KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sri Lanka kembali mendapat akses pendanaan dari Dana Moneter Internasional (IMF) setelah lembaga tersebut mencapai kesepakatan tingkat staf (staff-level agreement) untuk pencairan dana sekitar US$345 juta. Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari tinjauan ketujuh atas program Extended Fund Facility (EFF) senilai US$2,9 miliar yang diberikan IMF kepada Sri Lanka. Negara tersebut masih dalam proses pemulihan dari krisis ekonomi parah pada 2022 yang dipicu antara lain oleh kekurangan devisa. Namun, pencairan dana tersebut belum final. Kesepakatan tingkat staf masih harus mendapat persetujuan Dewan Eksekutif IMF. Pencairan juga bergantung pada sejumlah persyaratan, termasuk penyusunan anggaran Sri Lanka untuk 2027 yang akan diajukan ke parlemen bulan depan.
IMF Sepakati Pendanaan US$345 Juta untuk Bantu Pemulihan Ekonomi Sri Lanka
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sri Lanka kembali mendapat akses pendanaan dari Dana Moneter Internasional (IMF) setelah lembaga tersebut mencapai kesepakatan tingkat staf (staff-level agreement) untuk pencairan dana sekitar US$345 juta. Kesepakatan tersebut merupakan bagian dari tinjauan ketujuh atas program Extended Fund Facility (EFF) senilai US$2,9 miliar yang diberikan IMF kepada Sri Lanka. Negara tersebut masih dalam proses pemulihan dari krisis ekonomi parah pada 2022 yang dipicu antara lain oleh kekurangan devisa. Namun, pencairan dana tersebut belum final. Kesepakatan tingkat staf masih harus mendapat persetujuan Dewan Eksekutif IMF. Pencairan juga bergantung pada sejumlah persyaratan, termasuk penyusunan anggaran Sri Lanka untuk 2027 yang akan diajukan ke parlemen bulan depan.
TAG: