Imigran Meksiko Tewas di Tahanan ICE, Total Kematian Capai 14 Kasus di 2026



KONTAN.CO.ID - Seorang imigran asal Meksiko dilaporkan meninggal dunia saat berada dalam tahanan imigrasi Amerika Serikat, menambah daftar kematian di pusat detensi sepanjang 2026.

U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) pada Senin (30/3/2026) menyatakan bahwa Jose Guadalupe Ramos ditemukan tidak sadarkan diri di tempat tidurnya di fasilitas Adelanto ICE Processing Center, Los Angeles, pada 25 Maret lalu.

Baca Juga: Inflasi Inti Tokyo pada Maret 2026 Tercatat 1,7%, di Bawah Target Bank of Japan


Petugas keamanan yang menemukan Ramos segera memanggil tim medis di lokasi sebelum ia dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Kematian ini menjadi kasus ke-14 di fasilitas tahanan ICE sepanjang tahun 2026. Angka tersebut memicu kritik dari pemerintah Meksiko terhadap kondisi penahanan imigran di Amerika Serikat.

Kebijakan imigrasi di bawah Presiden Donald Trump diketahui semakin ketat sejak ia menjabat pada 2025.

Pemerintah AS meluncurkan program deportasi besar-besaran dengan menahan dan memulangkan jutaan imigran ilegal.

Jumlah imigran yang ditahan ICE bahkan sempat mencapai rekor sekitar 68.000 orang pada awal Februari.

Baca Juga: Ultimatum Keras Trump: Buka Selat Hormuz atau Pembangkit Energi Iran Hancur!

Meski demikian, angka tersebut dilaporkan turun menjadi sekitar 60.000 dalam beberapa pekan terakhir.

Kelompok oposisi menilai kebijakan penahanan tersebut terlalu keras dan berisiko terhadap keselamatan para tahanan.

Sepanjang 2025, tercatat sedikitnya 31 kematian di fasilitas ICE, angka tertinggi dalam dua dekade terakhir.

ICE menyebut Ramos ditangkap di Torrance, California, pada 23 Februari 2026. Ia diketahui memiliki riwayat penyakit seperti diabetes, kolesterol tinggi, dan hipertensi berdasarkan pemeriksaan awal saat masuk tahanan.

Kementerian Luar Negeri Meksiko menyatakan akan mengajukan dokumen hukum untuk mendukung gugatan terkait dugaan buruknya kondisi di pusat detensi, termasuk layanan medis yang tidak memadai, kondisi sanitasi yang buruk, serta penggunaan isolasi secara berlebihan.

Diplomat Meksiko, Vanessa Calva Ruiz, menyebut kematian terbaru ini sebagai bagian dari tren yang “mengkhawatirkan dan tidak dapat diterima”.

Baca Juga: Kapal Tanker Terbakar di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Proyektil Tak Dikenal

“Kasus-kasus ini menunjukkan kegagalan sistemik, kelemahan operasional, dan kemungkinan adanya kelalaian,” ujarnya dalam konferensi pers di Los Angeles.

Sementara itu, perwakilan U.S. Department of Homeland Security membela kondisi fasilitas penahanan dengan menyatakan bahwa jumlah kematian relatif kecil dibanding total populasi tahanan.

Pihaknya juga mengklaim bahwa standar perawatan di fasilitas ICE lebih baik dibandingkan sebagian besar penjara di AS, termasuk dalam hal akses layanan kesehatan.