Imlek bisa picu volatilitas harga komoditas



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perdagangan bursa komoditas pada kuartal I ini akan terpengaruh faktor libur Tahun Baru China alias Imlek. Agenda libur panjang berpeluang memicu volatilitas di bursa komoditas.

Analis Asia Tradepoint Futures Andri Hardianto menyebut, pada periode hingga perayaan dan libur Tahun Baru China selesai, harga komoditas akan bergejolak dengan kecenderungan turun.

"Setelah pasar China dibuka lagi, harga baru akan naik," jelas Andri, Senin (8/1).


Menurut Andri, selama libur panjang tersebut, pasar akan mengambil kesempatan untuk profit taking, sambil menanti masuknya investor China ke pasar. Terutama pada aluminium yang harganya sudah naik tinggi.

"Kalaupun harga menguat, hanya dalam jangka pendek, belum bisa signifikan, baru setelah libur Imlek selesai," imbuhnya.

Jumat lalu, harga aluminium kontrak tiga bulan di London Metal Exchange turun 2,11% dibanding sehari sebelumnya ke level US$ 2.202,5 per metrik ton. Menurut Andri, koreksi ini merespon kenaikan harga aluminium yang sudah terlalu tinggi sejak awal tahun lalu. Akibatnya pasar mengambil kesempatan ini untuk profit taking.

Prediksi Andri, besok, harga aluminium akan berbalik menguat ke level US$ 2.180-US$ 2.260 per metrik ton. Namun, sepekan, harga akan bergulir antara US$ 2.150-US$ 2.280 per metrik ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Dupla Kartini