Impack Pratama Industri (IMPC) Masih Ekspansif pada Tahun Ini



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Impack Pratama Industri Tbk melanjutkan agenda ekspansi. Emiten produsen dan distributor bahan bangunan plastik berkode saham IMPC tersebut telah melakukan groundbreaking pabrik anyar di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah. 

Direktur IMPC,  Phillip Tjipto mengatakan, IMPC menganggarkan belanja modal sebesar Rp 280 miliar untuk sejumlah keperluan, yaitu untuk tanah dan bangunan, mesin, kendaraan, serta peralatan kantor dan perlengkapan pabrik. Sebanyak Rp 150 miliar di antaranya dialokasikan untuk membiayai ekspansi pabrik anyar di KITB.

“Untuk saat ini capex yang telah terealisasikan sekitar 37% dari total capex, di mana mayoritas dari realisasi kami sebagian besar untuk bangunan dan sisanya untuk investasi lain,” ujar Phillip dalam acara public expose, Kamis (8/6).


IMPC cukup getol dalam menambah kapasitas produksi sejumlah lini produknya, setidaknya dalam beberapa tahun belakangan ini. Laporan tahunan perusahaan periode 2022 menyebutkan, kapasitas produksi atap PC IMPC di Indonesia di tahun 2022 meningkat jadi 22.579 ton per tahun yang dari 20.083 ton per tahun pada tahun 2021. 

Baca Juga: Genjot Bisnis Digital, Hartadinata Abadi (HRTA) Luncurkan Aplikasi EmasKITA

Berikutnya, kapasitas produksi atap uPVC IMPC di Indonesia juga meningkat pada tahun 2022 menjadi 46.224 ton per tahun yang dari 38.406 ton per tahun pada 2021. Tambahan kapasitas 7.818 ton berasal dari lini mesin atap uPVC di pabrik Cikarang Delta Silicon 2 dan pabrik Rungkut, Surabaya, Indonesia.

Kontan.co.id belum peroleh data total tambahan kapasitas produksi yang hendak IMPC pasang di pabrik KITB. Yang terang, pabrik tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan pasar, terutama ke luar Jawa Barat.

Saat ini, IMPC memang tengah menjalankan pengembangan pasar ke daerah di luar pulau Jawa. Hal tersebut merupakan bagian dari ikhtiar perusahaan dalam memacu kinerja. Selain melakukan pengembangan pasar.

Strategi lainnya yang juga dijalankan IMPC antara lain menghadirkan inovasi produk baru dalam rangka menargetkan segmentasi pasar menengah ke bawah untuk memperluas jangkauan ke luar Pulau Jawa dan menjajaki kemungkinan untuk melakukan akuisisi perusahaan lokal ataupun di luar negeri yang memiliki produk dengan similar core dengan perusahaan.

Selain itu juga menerapkan digitalisasi sekaligus meningkatkan efisiensi melalui aplikasi Customer Relationship Management (CRM) untuk mendukung tim penjualan.

Hingga tutup tahun nanti, IMPC membidik target pendapatan Rp 3,3 triliun dengan laba bersih Rp 390 miliar untuk periode tahun buku 2023. Sepanjang kuartal I 2023 lalu, IMPC telah membukukan pendapatan bersih Rp 744,03 miliar, naik 5,82% dibanding pendapatan bersih IMPC periode kuartal I 2022 yang berjumlah Rp 703,07 miliar.

Baca Juga: Enseval Putera (EMPT) Optimistis Tren Pertumbuhan Kinerja Terus Berlanjut

Setelah dikurangi pengeluaran di berbagai pos beban, IMPC mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 120,75 miliar di kuartal I 2023. Jumlah tersebut melesat naik 47,72% dibanding realisasi periode kuartal I 2022 yang berjumlah Rp 81,74 miliar.

“Pertumbuhan kinerja didorong oleh pertumbuhan kuantitas atau volume,” terang Phillip.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi