KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerapan mandatori biodiesel 50% (B50) yang ditargetkan mulai berlaku penuh pada 1 Oktober 2026 membutuhkan tambahan pasokan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) untuk kebutuhan domestik. Hal ini dinilai otomatis dapat menurunkan kinerja ekspor CPO pada tahun 2027. Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung menjelaskan, perubahan mandatori B40 menjadi B50 tentu memerlukan pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang lebih besar, sehingga alokasi CPO untuk pemenuhan FAME domestik juga akan meningkat. Ia menggambarkan, pada 2026, diperlukan CPO sekitar 14 juta ton untuk mendukung B50. Sementara itu, kebutuhan CPO untuk pangan ialah sebesar 10,2 juta ton dan oleokimia sekitar 2,2 juta ton. Dus, total konsumsi CPO domestik Indonesia tahun 2026 menjadi sekitar 26 hingga 27 juta ton, naik dari sekitar 24,6 juta ton pada tahun lalu.
Implementasi B50 Butuh CPO Sekitar 18 Juta Ton pada 2027, Ekspor Sawit Bakal Turun
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerapan mandatori biodiesel 50% (B50) yang ditargetkan mulai berlaku penuh pada 1 Oktober 2026 membutuhkan tambahan pasokan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) untuk kebutuhan domestik. Hal ini dinilai otomatis dapat menurunkan kinerja ekspor CPO pada tahun 2027. Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung menjelaskan, perubahan mandatori B40 menjadi B50 tentu memerlukan pasokan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang lebih besar, sehingga alokasi CPO untuk pemenuhan FAME domestik juga akan meningkat. Ia menggambarkan, pada 2026, diperlukan CPO sekitar 14 juta ton untuk mendukung B50. Sementara itu, kebutuhan CPO untuk pangan ialah sebesar 10,2 juta ton dan oleokimia sekitar 2,2 juta ton. Dus, total konsumsi CPO domestik Indonesia tahun 2026 menjadi sekitar 26 hingga 27 juta ton, naik dari sekitar 24,6 juta ton pada tahun lalu.
TAG: