KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tren peningkatan impor dari China membuka peluang bisnis bagi perusahaan jasa logistik dan freight forwarding. Di tengah meningkatnya aktivitas impor, pelaku usaha, terutama UMKM dan reseller, semakin membutuhkan layanan pengiriman yang lebih sederhana dan efisien. Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai impor Indonesia pada Januari 2026 mencapai US$ 21,20 miliar atau meningkat 18,21% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. China masih menjadi pemasok utama barang impor Indonesia. Pada Januari 2026, impor nonmigas dari China tercatat mencapai US$ 7,89 miliar atau berkontribusi 43,75% terhadap total impor nonmigas nasional.
Baca Juga: Reaktivasi Bandara Husein dan Adi Sutjipto Permudah Mobilitas dan Aktivitas Ekonomi Melihat tren tersebut, Natindo Cargo memperkuat layanan impor dari China ke Indonesia untuk menangkap pertumbuhan kebutuhan pelaku usaha yang memanfaatkan produk impor sebagai sumber pasokan barang. Perusahaan yang bergerak di bidang jasa impor dan
freight forwarding ini mengklaim telah melayani lebih dari 4.800 importir dan menyelesaikan lebih dari 25.000 pengiriman dari China ke Indonesia selama beroperasi lebih dari satu dekade. Head of Import Natindo Cargo, Samuel Andrew, mengatakan permintaan layanan impor dari China terus meningkat, terutama dari pelaku usaha skala kecil dan menengah. "Kebutuhan pebisnis Indonesia terhadap layanan impor dari China terus meningkat, terutama untuk volume kecil hingga menengah. Kami ingin pelaku UMKM bisa fokus berjualan, sementara seluruh proses pengiriman dari China hingga ke alamat mereka kami yang urus," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (29/5). Menurut Natindo Cargo, sejumlah kategori produk masih menjadi incaran importir Indonesia, antara lain sepatu, tas, pakaian, perlengkapan fesyen, serta aksesori gadget. Produk-produk tersebut dinilai memiliki perputaran penjualan yang relatif cepat dan permintaan yang stabil.
Baca Juga: Lalamove Catat Pengiriman Jarak Jauh Tumbuh 47% pada Januari-April 2026 Perusahaan melihat semakin berkembangnya perdagangan digital dan sektor UMKM turut mendorong kebutuhan layanan impor yang praktis. Karena itu, Natindo Cargo menawarkan layanan pengiriman dengan skema door to door yang mengintegrasikan proses pengiriman dari gudang pemasok di China hingga alamat penerima di Indonesia. Melalui skema tersebut, pelaku usaha tidak perlu mengurus sendiri berbagai proses logistik dan administrasi impor yang umumnya cukup kompleks.
Selain itu, perusahaan menyediakan beberapa pilihan jalur pengiriman, mulai dari laut, udara hingga layanan express yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan. Natindo Cargo menilai pertumbuhan impor dari China masih akan berlanjut seiring kebutuhan pelaku usaha terhadap produk dengan harga yang kompetitif dan semakin luasnya pasar perdagangan daring di Indonesia. Karena itu, efisiensi rantai pasok dan kepastian biaya logistik dinilai akan menjadi faktor penting bagi pelaku usaha untuk memaksimalkan peluang bisnis dari perdagangan impor pada tahun ini. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News