BEIJING. Pelemahan ekonomi China makin mengkhawatirkan. Impor China per September 2015 tercatat turun 17,7%. Penurunan impor itu lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 14,3%. Ini sekaligus menegaskan telah terjadi penurunan impor China dalam 11 bulan berturut-turut. Penurunan impor tersebut merefleksikan penurunan harga komoditas pada tahun ini. Selain itu, "Penurunan impor tersebut menunjukkan melemahnya permintaan domestik China dan permintaan investasi," tutur Yang Zhao, ekonom China dari Nomura Holdings Inc di Hong Kong seperti diberitakan Bloomberg, Selasa (13/10). Di sisi lain, penurunan lebih kecil dibukukan oleh ekspor China. Per September 2015, ekspor China turun 1,1%. Penurunan tersebut lebih mini ketimbang Agustus 2015 lalu. Saat itu ekspor turun hingga 6,1%. Perbaikan kinerja ekspor ini lebih disebabkan oleh peningkatan daya saing produk asal China karena penurunan nilai tukar yuan terhadap dollar AS.
Impor China kian lemah
BEIJING. Pelemahan ekonomi China makin mengkhawatirkan. Impor China per September 2015 tercatat turun 17,7%. Penurunan impor itu lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 14,3%. Ini sekaligus menegaskan telah terjadi penurunan impor China dalam 11 bulan berturut-turut. Penurunan impor tersebut merefleksikan penurunan harga komoditas pada tahun ini. Selain itu, "Penurunan impor tersebut menunjukkan melemahnya permintaan domestik China dan permintaan investasi," tutur Yang Zhao, ekonom China dari Nomura Holdings Inc di Hong Kong seperti diberitakan Bloomberg, Selasa (13/10). Di sisi lain, penurunan lebih kecil dibukukan oleh ekspor China. Per September 2015, ekspor China turun 1,1%. Penurunan tersebut lebih mini ketimbang Agustus 2015 lalu. Saat itu ekspor turun hingga 6,1%. Perbaikan kinerja ekspor ini lebih disebabkan oleh peningkatan daya saing produk asal China karena penurunan nilai tukar yuan terhadap dollar AS.