JAKARTA. Daging impor akan makin membanjiri pasar Indonesia. Ini terjadi lantaran produksi daging di dalam negeri masih belum mencukupi permintaan daging. Ketua Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Thomas Sembiring memperkirakan, total volume impor daging pada 2008 akan mencapai 80.000 ton. Angka itu jauh di atas volume impor daging tahun 2007 yang hanya 68.000 ton. "Pemicu utamanya permintaan daging yang naik," kata Thomas, Kamis (18/9). Thomas bilang, tren kenaikan impor sudah terlihat selama delapan bulan pertama tahun ini. Volume impor daging hingga Agustus 2008 sudah mencapai 60.000 ton. "Ini membuktikan konsumsi daging memang tinggi," ucapnya. Menurut Thomas, permintaan daging menjelang Lebaran bakal melonjak lebih tinggi lagi. "Biasanya lonjakan terjadi tiga hari menjelang Lebaran," ucapnya. Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia, Rochadi Tawaf, mengatakan bahwa menjelang Lebaran, permintaan daging akan naik 10% dibanding hari biasa. Selain dari dalam negeri, pasokan juga bersumber dari daging impor. Selama ini, Australia dan New Zealand masih menjadi pemasok utama daging ke Indonesia.
Impor Daging Tahun Ini Capai 80.000 Ton
JAKARTA. Daging impor akan makin membanjiri pasar Indonesia. Ini terjadi lantaran produksi daging di dalam negeri masih belum mencukupi permintaan daging. Ketua Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Thomas Sembiring memperkirakan, total volume impor daging pada 2008 akan mencapai 80.000 ton. Angka itu jauh di atas volume impor daging tahun 2007 yang hanya 68.000 ton. "Pemicu utamanya permintaan daging yang naik," kata Thomas, Kamis (18/9). Thomas bilang, tren kenaikan impor sudah terlihat selama delapan bulan pertama tahun ini. Volume impor daging hingga Agustus 2008 sudah mencapai 60.000 ton. "Ini membuktikan konsumsi daging memang tinggi," ucapnya. Menurut Thomas, permintaan daging menjelang Lebaran bakal melonjak lebih tinggi lagi. "Biasanya lonjakan terjadi tiga hari menjelang Lebaran," ucapnya. Ketua Perhimpunan Peternak Sapi dan Kerbau Indonesia, Rochadi Tawaf, mengatakan bahwa menjelang Lebaran, permintaan daging akan naik 10% dibanding hari biasa. Selain dari dalam negeri, pasokan juga bersumber dari daging impor. Selama ini, Australia dan New Zealand masih menjadi pemasok utama daging ke Indonesia.