JAKARTA. Kebijakan pemerintah membatasi impor jagung ternyata memiliki dampak luas. Langkah produsen pakan ternak mengganti jagung dengan gandum bakal memicu lonjakan impor gandum pada tahun ini. Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) selaku wadah importir gandum terbesar di Indonesia memproyeksikan tahun ini permintaan terhadap gandum bakal bengkak karena kebutuhan industri pakan ternak. Ratna Sari Loppies, Direktur Eksekutif Aptindo bilang, impor gandum bisa kembali tinggi tahun ini, setelah pemerintah berupaya menekan impor gandum tahun lalu. Aptindo mencatat, impor gandum sampai dengan kuartal III-2015 sebanyak 5,41 juta ton, menurun tipis 2,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara nilai impornya US$ 1,57 miliar, menurun 13,2% dari periode yang sama tahun sebelumnya karena harga gandum dunia yang jatuh.
Impor gandum tahun ini bakal bertambah
JAKARTA. Kebijakan pemerintah membatasi impor jagung ternyata memiliki dampak luas. Langkah produsen pakan ternak mengganti jagung dengan gandum bakal memicu lonjakan impor gandum pada tahun ini. Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) selaku wadah importir gandum terbesar di Indonesia memproyeksikan tahun ini permintaan terhadap gandum bakal bengkak karena kebutuhan industri pakan ternak. Ratna Sari Loppies, Direktur Eksekutif Aptindo bilang, impor gandum bisa kembali tinggi tahun ini, setelah pemerintah berupaya menekan impor gandum tahun lalu. Aptindo mencatat, impor gandum sampai dengan kuartal III-2015 sebanyak 5,41 juta ton, menurun tipis 2,8% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara nilai impornya US$ 1,57 miliar, menurun 13,2% dari periode yang sama tahun sebelumnya karena harga gandum dunia yang jatuh.