JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melansir, per April lalu, data realisasi impor garam oleh importir produsen garam mencapai 215.800 ton. Jumlah ini masih 72% di bawah kuota impor tahap pertama yang diizinkan pemerintah, yaitu sebesar 300.000 ton. "Kami tetap harapkan importir produsen dapat menyerap garam rakyat," kata Sudirman Saad, Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil KKP, kemarin (9/5). Dari data tim gabungan lintas kementerian, di antaranya KKP, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian, beberapa importir produsen sudah mengimpor hingga April ini. Mereka antara lain PT Garam 27.500 ton, PT Susanti Megah 50.000 ton, PT Garindo 76.100 ton, PT Sumatraco L.M 26.000 ton, dan PT Budiono 36.200 ton.
Impor garam per April baru 72% dari kuota
JAKARTA. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melansir, per April lalu, data realisasi impor garam oleh importir produsen garam mencapai 215.800 ton. Jumlah ini masih 72% di bawah kuota impor tahap pertama yang diizinkan pemerintah, yaitu sebesar 300.000 ton. "Kami tetap harapkan importir produsen dapat menyerap garam rakyat," kata Sudirman Saad, Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau-Pulau Kecil KKP, kemarin (9/5). Dari data tim gabungan lintas kementerian, di antaranya KKP, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian, beberapa importir produsen sudah mengimpor hingga April ini. Mereka antara lain PT Garam 27.500 ton, PT Susanti Megah 50.000 ton, PT Garindo 76.100 ton, PT Sumatraco L.M 26.000 ton, dan PT Budiono 36.200 ton.