JAKARTA. PT Pertamina optimistis bisa mengurangi ketergantungan impor solar pada tahun depan. Ada dua pertimbangan optimisme ini. Pertama, kilang minyak Cilacap yang memproduksi solar sudah mulai beroperasi akhir tahun ini. Kedua, pasokan minyak nabati untuk campuran bio solar meningkat. Kedua katalis ini mencukupi pasokan solar dalam negeri pada tahun depan, bahkan kelebihannya bisa di ekspor. Jumat (20/11), kemarin, Pertamina meneken kontrak kerjasama pengadaan fatty acid methyl ester (FAME) dengan 11 produsen bahan bakar nabati di Indonesia. Mereka akan memasok minyak nabati 1,84 juta kiloliter (KL) ke Pertamina. Nilai kontrak pasokan FAME ini mencapai Rp 11 triliun.
Impor hilang, Pertamina siap ekspor solar 2016
JAKARTA. PT Pertamina optimistis bisa mengurangi ketergantungan impor solar pada tahun depan. Ada dua pertimbangan optimisme ini. Pertama, kilang minyak Cilacap yang memproduksi solar sudah mulai beroperasi akhir tahun ini. Kedua, pasokan minyak nabati untuk campuran bio solar meningkat. Kedua katalis ini mencukupi pasokan solar dalam negeri pada tahun depan, bahkan kelebihannya bisa di ekspor. Jumat (20/11), kemarin, Pertamina meneken kontrak kerjasama pengadaan fatty acid methyl ester (FAME) dengan 11 produsen bahan bakar nabati di Indonesia. Mereka akan memasok minyak nabati 1,84 juta kiloliter (KL) ke Pertamina. Nilai kontrak pasokan FAME ini mencapai Rp 11 triliun.