JAKARTA. Arus impor polyester staple fiber (poliester) membikin gerah produsen dalam negeri. Kenaikan impor poliester yang digunakan sebagai bahan baku tekstil itu menggerus penjualan poliester produksi perusahaan dalam negeri. Redma Gita Wirawasta, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), menjelaskan, impor poliester naik dalam beberapa bulan terakhir (lihat tabel). “Pasar berkurang karena dipenuhi impor," kata Redma kepada KONTAN, Kamis (3/11). Dari 20 produsen poliester anggota APSyFI, ada yang menutup salah satu pabrik, karena minimnya penjualan. Sementara anggota APSyFI lain terpaksa menurunkan produksi dengan utilisasi 50%.
Impor membengkak, produsen poliester gerah
JAKARTA. Arus impor polyester staple fiber (poliester) membikin gerah produsen dalam negeri. Kenaikan impor poliester yang digunakan sebagai bahan baku tekstil itu menggerus penjualan poliester produksi perusahaan dalam negeri. Redma Gita Wirawasta, Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), menjelaskan, impor poliester naik dalam beberapa bulan terakhir (lihat tabel). “Pasar berkurang karena dipenuhi impor," kata Redma kepada KONTAN, Kamis (3/11). Dari 20 produsen poliester anggota APSyFI, ada yang menutup salah satu pabrik, karena minimnya penjualan. Sementara anggota APSyFI lain terpaksa menurunkan produksi dengan utilisasi 50%.