Impor minyak China jatuh dari rekor tertinggi



SHANGHAI. Tingkat impor minyak mentah China jatuh dari level tertingginya pada Juli lalu. Berdasarkan data yang dirilis pemerintah China, pembelian minyak luar negeri melorot 13,4% menjadi 26,59 juta metrik ton pada Agustus dari posisi rekor pada Juli di level 30,71 juta. Angka tersebut setara dengan 6,29 juta barel per hari, yang merupakan level terendah dalam tiga bulan terakhir.

Impor minyak mentah China jatuh seiring menurunnya tingkat permintaan minyak ke level terendah dalam sembilan bulan terakhir pada Juli menjadi sekitar 10,15 juta barel per hari. Kondisi ini turut mengerek cadangan diesel komersial ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

"Kilang penyulingan minyak China harus mengatur cadangan minyak mereka yang membeludak, khususnya diesel, yang berdampak pada impor minyak," kata Amy Sun, analis commodity researcher ICIS China.


Selain itu, impor minyak China diprediksi juga terkena dampak tersendatnya aktivitas pengiriman barang melalui kapal menyusul ledakan di pelabuhan Tianjin pada 12 Agustus lalu. Sejumlah kapal tanki minyak tak bisa memasuki pelabuhan tersebut selama dua hari pasca ledakan yang menewaskan 160 orang itu. Impor minyak dari pelabuhan Tianjin mencapai 3,7% dari total impor minyak China pada paruh pertama tahun ini.

Sekadar tambahan informasi, pada pukul 12.52 waktu Singapura, harga minyak jenis Brent naik 20 sen menjadi US$ 47,83 per barel di ICE Futures Europe exchange. Harga minyak Brent ini sudah merosot hingga 50% dari tahun lalu.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie