KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana Indonesia mengimpor minyak dan gas bumi (migas) dari Amerika Serikat senilai sekitar US$ 15 miliar dinilai menyimpan risiko struktural jangka panjang jika tidak dirancang dengan kontrak yang lentur dan tata kelola yang ketat. Di tengah upaya menekan defisit energi, kebijakan ini juga berpotensi menjauhkan agenda swasembada bila impor berubah menjadi ketergantungan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan, komitmen pembelian tersebut merupakan bagian dari Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia–Amerika Serikat (AS).
Impor Minyak dan Gas dari AS Capai US$ 15 Miliar, Dinilai Menyimpan Risiko
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana Indonesia mengimpor minyak dan gas bumi (migas) dari Amerika Serikat senilai sekitar US$ 15 miliar dinilai menyimpan risiko struktural jangka panjang jika tidak dirancang dengan kontrak yang lentur dan tata kelola yang ketat. Di tengah upaya menekan defisit energi, kebijakan ini juga berpotensi menjauhkan agenda swasembada bila impor berubah menjadi ketergantungan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan, komitmen pembelian tersebut merupakan bagian dari Perjanjian Perdagangan Timbal Balik Indonesia–Amerika Serikat (AS).
TAG: