KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan impor energi dari kawasan Timur Tengah didominasi oleh minyak mentah (crude oil), bukan produk bahan bakar minyak (BBM) jadi. Bahlil menjelaskan, kebutuhan solar dalam negeri saat ini relatif aman karena ditopang produksi domestik serta program pencampuran biodiesel berbasis fatty acid methyl ester (FAME). Dengan demikian, pemerintah tidak lagi bergantung pada impor solar dalam bentuk produk jadi. Ia menambahkan, penyelesaian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan turut memperkuat kemampuan pengolahan minyak di dalam negeri. Proyek yang sempat mengalami keterlambatan tersebut dinilai mampu membantu menekan ketergantungan impor BBM.
Impor Minyak dari Timur Tengah Masih 20%, Pemerintah Siapkan Kontrak Jangka Panjang
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan impor energi dari kawasan Timur Tengah didominasi oleh minyak mentah (crude oil), bukan produk bahan bakar minyak (BBM) jadi. Bahlil menjelaskan, kebutuhan solar dalam negeri saat ini relatif aman karena ditopang produksi domestik serta program pencampuran biodiesel berbasis fatty acid methyl ester (FAME). Dengan demikian, pemerintah tidak lagi bergantung pada impor solar dalam bentuk produk jadi. Ia menambahkan, penyelesaian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan turut memperkuat kemampuan pengolahan minyak di dalam negeri. Proyek yang sempat mengalami keterlambatan tersebut dinilai mampu membantu menekan ketergantungan impor BBM.
TAG: