Impor naik, surplus neraca perdagangan Oktober 2021 diperkirakan susut



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Permata memperkirakan surplus neraca perdagangan Oktober 2021 sebesar US$ 3,87 miliar, atau susut dari surplus pada bulan sebelumnya yang mencapai US$ 4,37 miliar.

“Penurunan surplus neraca dagang, cenderung disebabkan oleh peningkatan nilai impor secara bulanan,” ujar kepala ekonom Bank Permata Josua Pardede kepada Kontan.co.id, Jumat (14/11).

Josua kemudian memerinci, impor pada bulan laporan diperkirakan tumbuh 2,3% mtm atau bila dibandingkan dengan bulan Oktober 2020, impor meroket 53,98% yoy.


Pertumbuhan impor pada bulan Oktober berkaitan dengan kenaikan impor minyak dan gas (migas), sejalan dengan kenaikan harga minyak global sebesar 12,74% mtm.

Kenaikan harga minyak ini kemudian diikuti oleh kenaikan mobilitas masyarakat Indonesia, sehingga mendorong kenaikan volume permintaan minyak.

Baca Juga: Surplus neraca dagang Indonesia pada Oktober 2021 diprediksi US$ 3,99 miliar

Peningkatan impor juga didorong oleh peningkatan impor non migas, seiring dengan meningkatnya aktivitas perekonomian. Salah satunya, tercermin dari kenaikan PMI Manufaktur Indonesia pada bulan Oktober 2021 menjadi 57,2.

“Kenaikan tersebut menjadi indikasi adanya peningkatan permintaan bahan baku, sehingga meningkatkan impor bahan baku,” jelas Josua.

Dari sisi ekspor, ia memperkirakan ekspor pada bulan Oktober 2021 akan turun 0,6% mtm. Namun, bila dibandingkan dengan Oktober 2020, nilai ekspor masih meningkat 42,59% yoy.

Kontraksi nilai ekspor secara bulanan diperkirakan akibat penurunan volume permintaan dari China. Secara bulanan, volume ekspor batubara ke China turun 18,2% mtm.

Selanjutnya: BTN dukung perpanjangan insentif PPN sektor properti

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto