Impor Sapi Estika Tata Tiara (BEEF) Melonjak 67% Tahun 2025



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten pengolahan daging sapi, PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) mencatatkan kinerja impor sapi yang bertumbuh pada tahun 2025.

Corporate Secretary PT Estika Tata Tiara Tbk, Ratna Sari Ismianti mengatakan, pada tahun 2025, perseroan mendatangkan 12.364 ekor sapi impor, sedangkan pada 2024 sebanyak 7.393 sapi impor.


Di level ini, kinerja impor perseroan tumbuh 67,2% secara tahunan (year on year/yoy).

Untuk 2026, perseroan optimistis kinerja impor akan tetap bertumbuh. Apalagi, perseroan terus mengoptimalkan dukungan ke program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang makin digenjot pemerintah pada tahun ini.

Terbaru, perseroan baru saja mendatangkan 250 sapi perah impor di kawasan Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul (BBPTU) Manggala, Baturaden, Kabupaten Banyumas.

“Melalui langkah ini, kami menargetkan peningkatan kapasitas produksi susu segar, penguatan kualitas herd, serta optimalisasi utilisasi fasilitas peternakan,” kata Ratna kepada Kontan, Kamis (19/2/2026).

BEEF, kata Ratna, berharap inisiatif ini dapat memberi kontribusi yang bertahap ke volume produksi dan pendapatan perseroan. Sebab, ia memperkirakan dampak yang lebih optimal ke kinerja perseroan baru akan dirasakan pada tahun 2027. “Hal ini seiring dengan masa adaptasi dan siklus laktasi sapi perah,” imbuh Ratna.

Selain pengadaan sapi impor, perseroan juga memperkuat dukungan ke MBG dengan pengembangan peternakan terintegrasi, penguatan rantai pasok pakan, serta pembangunan infrastruktur cold chain dan pengolahan susu.

Melalui langkah tersebut, perseroan menargetkan dapat memperbesar kapasitas produksi susu segar mulai tahun ini.

 
BEEF Chart by TradingView

Memanfaatkan momentum Ramadan, perseroan juga menyiapkan sejumlah langkah. Di antaranya, penguatan ketersediaan stok, fokus pada produk dengan perputaran tinggi (high rotation), serta aktivasi program promosi tematik di berbagai jalur distribusi.

Tahun ini, perseroan juga memperkuat penetrasi ke segmen business to business (B2B) dan menjaga keandalan rantai dingin guna memastikan kualitas produk tetap terjaga.

“Langkah ini diharapkan dapat menangkap peningkatan permintaan musiman Ramadan, sekaligus menjaga profitabilitas perseroan,” ujar Ratna.

Dengan sejumlah strategi tersebut, Ratna bilang, BEEF memproyeksikan pendapatan dan labanya dapat bertumbuh lebih dari 100% di tahun ini.

Selanjutnya: Strategi Walmart: CEO Baru Siap Ubah Belanja Ritel dengan AI?

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (20/2), Hujan Sangat Lebat Guyur Provinsi Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News