JAKARTA. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Mungkin peribahasa ini te[at untuk menggambarkan kondisi para importir buah dan sayuran dalam negeri. Kondisi ekonomi yang sedang terseok-seok membuat daya beli masyarakat menurun. Pada waktu bersamaan mata uang rupiah terus tertekan penguatan dollar Amerika Serikat (AS). Akibat kondisi yang serba susah ini, sejumlah importir buah merumahkan karyawan dan beberapa memilih mengurangi kapasitas penjualan. Khafid Sirotuddin, Ketua Umum Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia (Aseibssindo) mengatakan, harga buah impor di pasar manca negara tidak mengalamin kenaikan. Namun pelemahan kurs rupiah terhadap dollar membuat importir harus membayar lebih besar untuk mendapatkan buah dan sayuran impor.
Importir buah segar merugi akibat pelemahan rupiah
JAKARTA. Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Mungkin peribahasa ini te[at untuk menggambarkan kondisi para importir buah dan sayuran dalam negeri. Kondisi ekonomi yang sedang terseok-seok membuat daya beli masyarakat menurun. Pada waktu bersamaan mata uang rupiah terus tertekan penguatan dollar Amerika Serikat (AS). Akibat kondisi yang serba susah ini, sejumlah importir buah merumahkan karyawan dan beberapa memilih mengurangi kapasitas penjualan. Khafid Sirotuddin, Ketua Umum Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia (Aseibssindo) mengatakan, harga buah impor di pasar manca negara tidak mengalamin kenaikan. Namun pelemahan kurs rupiah terhadap dollar membuat importir harus membayar lebih besar untuk mendapatkan buah dan sayuran impor.