JAKARTA. Keputusan pemerintah kembali membuka keran impor daging potongan sekunder atau secondary cut dan jeroan mengundang protes dari importir. Pasalnya, izin tersebut hanya diberikan pada PT Berdikari (Persero). Impor jelang Lebaran ini ditujukan untuk meredam harga daging. Thomas Sembiring Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia menilai, langkah pemerintah tersebut tidak adil. Apalagi, mereka mengklaim, kualitas dan jaringan PT Berdikari ini untuk menjangkau konsumen masih dipertanyakan. Sementara, ada impotir yang sudah melakukan tugas itu sejak dua puluh hingga tiga puluh tahun dan memiliki jaringan sampai ke daerah malah tidak diberikan peran dan kesempatan. "Ini hanya akal-akalan pemerintah saja dan justru ini menimbulkan monopoli," ujar Thomas kepada KONTAN, Senin (11/5).
Ia mengkhawatirkan, nantinya PT Berdikari kembali menjual daging impor itu kepada importir sehingga memperpanjang jalur distribusi yang ujug-ujugnya membuat harga daging makin mahal dan merugikan konsumen. Sementara para importir tetap tidak diperbolehkan mengimpor sendiri dengan alasan harga yang tidak terkontrol.