KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Manajer investasi terafiliasi Salim Group, PT Ina Manajemen Investasi (MI) atau INAMI menargetkan total dana kelolaan atau
asset under management (AUM) dapat mencapai Rp 1 triliun. Direktur Utama PT Ina Manajemen Investasi RM Tenorio Triananda mengatakan, target tersebut sejalan dengan upaya Ina MI untuk masuk ke dalam kategori Manajer Investasi Kategori Usaha (MIKU) 2. “Mungkin ke depannya tapi belum untuk jangka pendek, targetnya masuk ke kategori MIKU 2,” ujar Tenorio kepada wartawan saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/10/2026).
Baca Juga: IHSG Turun 0,32% ke 5.990 Sesi I Jumat (2/10), Saham WIFI, AMMN, AMRT Top Losers LQ45 Berdasarkan POJK Nomor 5 Tahun 2026, manajer investasi yang masuk dalam kategori MIKU 2 diwajibkan memenuhi dana kelolaan minimum sebesar Rp 1 triliun sejak memperoleh izin. Adapun dalam peraturan tersebut, untuk dapat memperoleh kategori MIKU 2, manajer investasi juga diwajibkan memiliki Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) senilai Rp 10 miliar ditambah 0,1% dari dana kelolaan. MIKU 2 juga mewajibkan MI untuk memiliki modal disetor minimum Rp 50 miliar. Sejalan dengan itu, INAMI juga berencana untuk menerbitkan sejumlah produk reksadana pada tahun mendatang. Kedua produk tersebut antara lain reksadana berbasis syariah dan terproteksi. Teno bilang, produk baru itu bakal diluncurkan setidaknya tahun depan. Saat ini INAMI telah memasarkan sedikitnya enam produk reksadana. Keenam produk Ina MI antara lain INAMI Balanced Fund, INAMI BUMN Campuran, INAMI Equity Fund, INAMI Indah Pendapatan Tetap Nusantara, INAMI Money Market Fund, dan INAMI Tracker Obligasi Nusantara. Produk dengan AUM terjumbo digenggam oleh INAMI Indah Pendapatan Tetap Nusantara dengan besaran mencapai Rp 10,42 miliar. Sepanjang tahun, NAB produk ini telah bertumbuh 0,05% dengan return tahunan mencapai 3,80%.
Baca Juga: Danantara Berencana Kantongi 5%-10% Saham BEI Pasca Demutualisasi, Ini Kata Dirut BEI Sementara itu, INAMI Equity Fund menjadi produk dengan torehan AUM tertinggi kedua, senilai Rp 7,64 miliar. Sebab kondisi lesu pasar modal, produk ini justru membukukan koreksi return sebesar 11,11% selama satu tahun belakangan.
Dengan menggabungkan total AUM dari tiap produk, Ina MI secara praktis memiliki total AUM senilai Rp 33,07 miliar. Kini, Ina MI menjalankan sinergi dengan dua entitas di bawah Grup Salim, yaitu PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) dan PT Ina Sekuritas Indonesia. Nantinya, terdapat pemasaran produk reksadana milik Ina MI di Bank Ina. "Nah ini kan dengan adanya sinergi ini, INAMI, INA Sekuritas Indonesia, bersama Bank INA Perdana, kolaborasi yang mudah-mudahan menjadi ekosistem sendiri yang bisa saling mendukung," tegas Tenorio. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News