KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia Investment Authority (INA) resmi menunjuk Oki Ramadhana sebagai Ketua Dewan Direktur sekaligus Chief Executive Officer (CEO) baru. Selain itu, INA juga mengangkat Laksono Widito Widodo sebagai Anggota Dewan Direktur dan Chief Investment Officer (CIO), serta Adhiputra Tanoyo sebagai Anggota Dewan Direktur dan Chief Risk Officer (CRO). INA menyampaikan pengangkatan ketiga direksi tersebut dilakukan oleh Dewan Pengawas dalam acara resmi di kantor INA pada 13 Mei 2026.
Baca Juga: Realisasi Penerimaan Pajak Per April 2026 Mencapai Rp 646,3 Triliun Namun, pengangkatan itu baru berlaku efektif setelah seluruh proses administrasi dan pelepasan jabatan sebelumnya selesai. Ketiganya akan menjalani masa jabatan untuk periode 2026–2031. Penunjukan tersebut sekaligus mengakhiri rangkap jabatan Eddy Porwanto sebagai Pelaksana Sementara CEO dan CRO, di samping posisinya sebagai Chief Financial Officer (CFO). Ketua Dewan Pengawas INA sekaligus Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, transisi kepemimpinan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan mandat jangka panjang INA sebagai sovereign wealth fund Indonesia.
Baca Juga: Indonesia Punya Modal Kuat Jadi Acuan Baru Ekonomi Berbasis Kesejahteraan “Transisi kepemimpinan merupakan bagian dari upaya untuk memastikan INA dapat terus menjalankan mandat jangka panjangnya dengan baik,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulis, Selasa (19/5/2026). Menurutnya, INA memiliki peran strategis dalam menghimpun investasi guna mendukung pembangunan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Karena itu, Dewan Pengawas meyakini jajaran direksi baru dapat memperkuat profesionalisme dan kapasitas institusional lembaga. “Dewan Pengawas meyakini bahwa Oki Ramadhana, Laksono Widito Widodo, dan Adhiputra Tanoyo akan semakin memperkuat profesionalisme dan kapasitas institusional INA, sekaligus memastikan INA tetap menjalankan strategi investasi yang disiplin dan mengedepankan prinsip kehati-hatian,” katanya. Purbaya menambahkan, pendekatan investasi yang disiplin dan prudent menjadi penting agar strategi investasi INA tetap selaras dengan prioritas pembangunan jangka panjang Indonesia. Oki Ramadhana menggantikan Ridha Wirakusumah yang telah menyelesaikan masa jabatannya pada awal 2026.
Baca Juga: Kemenkeu Mencatat Defisit APBN Capai 0,64% PDB Hingga April 2026 Oki memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di bidang investment banking dan pasar modal, serta pernah menduduki sejumlah posisi strategis di sektor jasa keuangan.
Ia meraih gelar doktor di bidang Strategic Management, sarjana Hubungan Internasional dari Universitas Indonesia, serta gelar MBA dari University of Colorado. Sementara itu, Laksono Widito Widodo menggantikan Andry Setiawan sebagai CIO INA. Laksono memiliki pengalaman panjang di industri pasar modal, mulai dari sektor sekuritas, perdagangan saham, hingga regulasi pasar modal. Adapun Adhiputra Tanoyo menggantikan Thomas Oentoro yang telah meninggalkan posisi CRO sejak tahun lalu. Adhiputra dikenal memiliki pengalaman luas di bidang manajemen risiko perbankan dan jasa keuangan, termasuk risk advisory. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News