INAPLAS: Bea Masuk 0% LPG Belum Mampu Dorong Investasi Petrokimia



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (INAPLAS) menilai kebijakan tarif Bea Masuk (BM) 0% untuk impor Liquefied Petroleum Gas (LPG), belum mampu mendorong investasi baru di industri petrokimia. Namun, insentif tersebut dinilai membantu perusahaan menjaga utilisasi pabrik di tengah ketidakpastian pasokan bahan baku. Sekretaris Jenderal INAPLAS Fajar Budiono mengatakan, pembangunan pabrik petrokimia membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, manfaat kebijakan lebih cepat dirasakan pada kegiatan operasional dibandingkan investasi baru. “Kalau investasi cukup panjang karena industri ini sekali diputuskan investasinya membutuhkan waktu sekitar lima tahun, mulai dari desain hingga produksi perdana,” ujar Fajar kepada KONTAN, Minggu (26/7).

Baca Juga: INAPLAS: Bea Masuk 0% LPG Bisa Perkuat Pasokan Bahan Baku Industri Petrokimia Menurut Fajar, perusahaan kini memiliki fleksibilitas menggunakan LPG maupun kondensat sebagai pengganti sebagian kebutuhan nafta, ketika pasokan bahan baku terganggu. Chandra Asri mampu mensubstitusi sekitar 30% kebutuhan nafta, sedangkan LOTTE Chemical Indonesia hingga sekitar 40%. “Kita punya fleksibilitas memainkan utilisasi dari tingkat optimum sampai maksimum sehingga ketersediaan produk yang dibutuhkan pasar menjadi lebih mudah,” katanya. Ia menilai fleksibilitas tersebut membantu menjaga pasokan bahan baku bagi industri hilir, termasuk industri plastik dan kemasan. Dengan pasokan yang lebih stabil, pelaku usaha dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dengan lebih baik. “Yang paling utama adalah ketersediaan barang. Kalau pasokan terganggu, otomatis akan memengaruhi harga,” ujarnya. Fajar berharap implementasi PMK Nomor 50 Tahun 2026 dapat mendukung keberlanjutan produksi industri petrokimia. Menurutnya, kebijakan tersebut juga menjadi langkah positif untuk meningkatkan daya saing industri nasional di tengah tantangan rantai pasok global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


TAG: