KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) meminta pemerintah memperpanjang atau mempermanenkan insentif tarif bea masuk 0% untuk impor liquefied petroleum gas (LPG) yang digunakan sebagai bahan baku industri petrokimia. Ketua Umum Inaplas Suhat Miyarso mengatakan, kebijakan tersebut akan berakhir pada Januari 2027. Oleh karena itu, pihaknya telah meminta dukungan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji agar insentif tersebut dapat diperpanjang atau ditetapkan secara permanen. "Ini akan habis pada bulan Januari nanti. Untuk itu kami tadi sudah sampaikan kepada Pak Menteri untuk bisa dibantu agar bisa diperpanjang atau dipermanenkan," ujar Suhat usai melakukan audiensi dengan Sarmuji di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Inaplas Minta Insentif Bea Masuk LPG Petrokimia Dipermanenkan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) meminta pemerintah memperpanjang atau mempermanenkan insentif tarif bea masuk 0% untuk impor liquefied petroleum gas (LPG) yang digunakan sebagai bahan baku industri petrokimia. Ketua Umum Inaplas Suhat Miyarso mengatakan, kebijakan tersebut akan berakhir pada Januari 2027. Oleh karena itu, pihaknya telah meminta dukungan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji agar insentif tersebut dapat diperpanjang atau ditetapkan secara permanen. "Ini akan habis pada bulan Januari nanti. Untuk itu kami tadi sudah sampaikan kepada Pak Menteri untuk bisa dibantu agar bisa diperpanjang atau dipermanenkan," ujar Suhat usai melakukan audiensi dengan Sarmuji di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Jakarta, Kamis (5/11/2026).
TAG: