Inaplas Ungkap Indonesia Buka Peluang Ambil Bahan Baku Plastik Diluar Timur Tengah



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia Olefin, Aromatic and Plastic Industry Association (Inaplas) mengungkapkan bahwa Indonesia berpeluang ambil bahan baku produksi plastik di luar negara timur tengah. Hal itu dilakukan untuk mencegah perpanjangan masa perang antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).

Sekjen Inaplas, Fajar Budiono mengatakan bahwa sudah ada pertemuan dengan sejumlah negara selain Iran untuk membahas impor bahan baku plastik.

"Kita sudah mulai mencari alternatif supplier dari luar Middle East," ujar Fajar kepada Kontan, Selasa (7/4/2026).


Saat ini bahan baku plastik yakni nafta sudah mengalami kelangkaan. Hal itu yang menyebabkan harga plastik dalam negeri melonjak.

Baca Juga: INACA Apresiasi Kenaikan Harga Avtur, Minta Penghapusan PPN Segera Ditetapkan

Fajar menyebutkan bahwa RI sudah melakukan sejumlah pertemuan dengan negara di Asia Tengah, Afrika dan Amerika Serikat (AS). Meski begitu, ada tantangan lainnya ketika Indonesia berani mengambil langkah untuk mengimpor bahan baku dari negara-negara di luar Iran.

"Di mana kita sudah mendapatkan beberapa kali pertemuan, baik itu dari Afrika, dari Asia Tengah, maupun dari Amerika. Tetapi tantangannya adalah waktu pengiriman," kata Fajar.

Menurutnya, proses impor bahan baku plastik di luar Iran akan memakan waktu hingga 50 hari.

"Di mana kalau kita pengiriman dari Middle East itu hanya 10 sampai 15 hari, nah ini kalau di luar kawasan tersebut, baik itu dari Afrika, Amerika, maupun dari Asia Tengah itu paling cepat 50 hari kedatangannya," ucapnya.

Baca Juga: Kinerja Adhi Karya (ADHI) Kurang Memuaskan pada 2025, Rugi Bersih Membengkak

Maka itu, Inaplas menyarankan industri plastik di Indonesia untuk membuat pola baru demi menekan biaya produksi. Upaya itu dilakukan demi menunggu waktu impor bahan baku plastik tersebut.

"Kita dari sekarang sampai 50 hari ke depan mencoba membuat supply chain baru, pola supply chain baru karena di samping lamanya waktu pengiriman, juga otomatis biaya-biaya yang lain juga pasti akan naik," beber Fajar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News