KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT RMK Energy Tbk (
RMKE) telah menuntaskan
hauling road sebagai pondasi untuk memasuki 2026 dan bagian dari strategi pertumbuhan jangka menengah. Dus, manajemen RMKE mengincar kenaikan operasional dan keuangan. RMKE menyelesaikan
hauling road yang telah terhubung dengan tiga pelanggan baru PT Wiraduta Sejahtera Langgeng (WSL), PT Duta Bara Utama (DBU), Menambang Muara Enim (MME). Ketiga pelanggan baru ini berpotensi meningkatkan tambahan volume baru pada 2026 sebesar 3 juta ton. Direktur Utama RMK Energy Vincent Saputra menjelaskan untuk mengimbangi pertumbuhan volume yang signifikan, RMKE juga berencana meningkatkan kapasitas infrastruktur.
Baca Juga: Harga Melonjak, BEI Menghentikan Sementara Perdagangan 6 Saham Ini Mulai Kamis (8/1) Rencannya, RMKE akan membangun
container yard baru yang menggandakan kapasitas
loading station dari 4 juta ton menjadi 8 juta ton per tahun dan ekspansi kapasitas pelabuhan dari 20 juta ton menjadi 28 juta ton per tahun. RMKE menargetkan pertumbuhan berkelanjutan melalui optimalisasi aset eksisting dan ekspansi layanan
coal logistics. RMKE memproyeksikan volume
coal services meningkat secara bertahap dari sekitar 8 juta ton pada 2025 menjadi lebih dari 12 juta ton pada 2026. “Dengan peningkatan kapasitas dan belanja modal yang terukur, RMKE memperkirakan pendapatan mencapai sekitar Rp 4,1 triliun dengan laba bersih sekitar Rp 800 miliar pada 2026,” jelas Vincent, Kamis (8/1/2026). Selain itu, RMKE menargetkan penambahan 2–3 pelanggan baru pada 2026, termasuk potensi kontrak berskala besar seiring rampungnya jalur
hauling yang terhubung dengan tambang PT Bukit Asam Tbk (PTBA), serta pengembangan kontrak eksisting untuk diintegrasikan dengan tambang-tambang lainnya. Untuk mendukung ekspansi ke depan, RMKE juga berencana melanjutkan penerbitan obligasi pada Februari 2026 dengan target penghimpunan dana sekitar Rp 600 miliar, dengan kupon yang lebih kompetitif dibandingkan penerbitan sebelumnya.
Baca Juga: Cermati Rekomendasi Teknikal Saham RATU, BBTN, WIIM untuk Kamis (8/1) Di sisi lain, Vincent menuturkan dengan posisi kas di atas Rp 250 miliar dan kinerja yang terus membaik, manajemen RMKE menargetkan pembagian dividen dengan rasio minimum 20% dari laba tahun buku 2025. “Nilai dividen tahun ini kami perkirakan dapat melampaui Rp 40 miliar dan akan jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu, sehingga memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham,” katanya. Bernadus Wijaya, CEO Sucor Sekuritas menilai penguatan kinerja RMKE didukung oleh model bisnis yang semakin terintegrasi dan visibilitas pertumbuhan yang lebih jelas. Dia mencermati, RMKE kini tidak hanya bergantung pada penjualan batu bara, tetapi sudah bertransformasi menjadi pemain logistik terintegrasi dengan infrastruktur
hauling road dan pelabuhan yang solid. “Ini memberikan stabilitas pendapatan sekaligus membuka ruang pertumbuhan berkelanjutan di tengah pengetatan regulasi angkutan batubara,” tutur Bernadus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News