AMSTERDAM. Ambisi miliarder telekomunikasi (telko), Patrick Drahi, seakan tak pernah padam. Setelah gagal membeli Bouygues Telecom dengan harga US$ 11 miliar, Drahi bersiap mengakuisisi perusahaan telko asal Belanda. Sumber Bloomberg berbisik, salah satu perusahaan telko terbesar di Negeri Kincir Angin, yakni Royal KPN NV, masuk radar target akuisisi Drahi. Demi memuluskan rencana ini, miliarder asal Prancis ini mendirikan perusahaan induk baru bernama Altice NV. Altice NV beroperasi di Belanda. Perusahaan induk anyar ini memiliki valuasi € 62 miliar atau setara US$ 69 miliar, termasuk beban utang. Altice NV akan menggantikan induk usaha konglomerasi bisnis telko Drahi saat ini, Altice SA.
Incar Royal KPN, Drahi Dirikan Induk Baru
AMSTERDAM. Ambisi miliarder telekomunikasi (telko), Patrick Drahi, seakan tak pernah padam. Setelah gagal membeli Bouygues Telecom dengan harga US$ 11 miliar, Drahi bersiap mengakuisisi perusahaan telko asal Belanda. Sumber Bloomberg berbisik, salah satu perusahaan telko terbesar di Negeri Kincir Angin, yakni Royal KPN NV, masuk radar target akuisisi Drahi. Demi memuluskan rencana ini, miliarder asal Prancis ini mendirikan perusahaan induk baru bernama Altice NV. Altice NV beroperasi di Belanda. Perusahaan induk anyar ini memiliki valuasi € 62 miliar atau setara US$ 69 miliar, termasuk beban utang. Altice NV akan menggantikan induk usaha konglomerasi bisnis telko Drahi saat ini, Altice SA.