Indah hoki ahli perangkai bunga



Ungkapkan cinta dengan bunga. Istilah ini marak muncul jelang perayaan Hari Kasih Sayang atawa Valentine yang akan dirayakan sebagian orang beberapa hari lagi, yakni pada 14 Februari. Maklum, menunjukkan cinta ataupun menjaga hubungan bisnis melalui bunga kian menjadi tradisi masyarakat Indonesia.

Tentu saja, ini membuka ceruk bisnis yang cukup menggiurkan, terutama bagi pebisnis perangkai bunga (florist) dan pedagang bunga di hari valentine ini.

Dari penelusuran KONTAN, para pebisnis bunga rangkai memang kebanjiran pesanan. Seperti Lilia Florist menerima pesanan hand bouquet tiga kali lipat dari bulan-bulan biasanya.


Agar lebih spesial, di bulan ini pemilik Lilia Florist, Theresia Liana, membuat model-model khusus. Seperti membuat rangkaian bunga mawar berbentuk hati atau rangkaian bunga mawar merah dan putih yang berbentuk bundar. Untuk rangkaian bunga hand bouquet seperti itu Liana mematok tarif mulai dari Rp 250.000 per unit.

Di Saiful Florist di Jakarta Selatan  juga tidak melewatkan momen hari kasih sayang untuk membuat rangkaian bunga berbentukkhusus. "Ada yang berbentuk hati, tapi tetap produksi sesuai keinginan pelanggan," kata Saifuloh, pemilik Saiful Florist.

Saiful mengaku, sebulan bisa meraup omzet sekitar Rp 35 juta-Rp 40 juta. Omzet ini naik di hari valentine. Sayang, toko perangkai bunga di Surabaya ini enggan menyebut omzetnya.

Lantaran permintaan meningkat, para pedagang bunga kesulitan mendapatkan bahan baku. Mereka harus bersaing dengan pedagang lain. Pasokan yang seret saat ini juga akibat gagal panen. Akibatnya pedagang harus membeli bunga dari petani lebih tinggi dari biasanya. Otomatis, mereka pun harus menaikkan harga jual bunga kepada konsumen.

Namun Liana misalnya, tidak lantas bisa menaikan harga rangkaian bunga lantaran persaingan pasar yang ketat. Oleh sebab itu, margin usaha rangkai bunga diakui Liana tidak terlalu besar, yakni hanya sekitar 20%-30% dari omzet. "Ini lantaran harga bahan baku bunga tak menentu," ujar dia.

Sementara, Saiful terpaksa menaikkan harga jual bunga kepada konsumen agar margin usaha bisa didapat, lantaran harga bahan baku meningkat. "Tidak  terlalu banyak, saya menaikkan harganya sedikit," ujar Saiful.

Untuk meningkatkan marjin, Saiful memasarkan produknya melalui online dan promosi mulut ke mulut dari para pelanggannya.

Laba dari momen lain

Di luar valentine, para pedagang rangkaian bunga ini masih punya momen lain untuk meningkatkan omzet. Seperi hari ulang tahun pasangan atau perusahaan, juga ucapan duka cita. Pada momen ini pedagang rangkaian bunga punya bunga khusus untuk digunakan. Seperti mawar merah yang banyak digunakan untuk menyampaikan rasa sayang kepada orang terkasih. Bunga Krisan menggambarkan perasaan sedih atau kehilangan.

Di Lilia Florist, Theresia Liana mengatakan, tersedia beberapa jenis bunga mulai dari bunga papan, bunga vas, sampai bunga tangan (hand bouquet). Dari seluruh jenis bunga ini, jenis bunga papan paling banyak dipesan. Maklum, bunga papan biasa digunakan untuk mengucapkan selamat antar instansi atau rekanan bisnis. Permintaan bunga jenis ini terus berlangsung sepanjang tahun.

Sementara, bunga lainnya seperti hand bouquet banyak dipesan pada saat momen-momen tertentu seperti musim kelulusan kuliah dan valentine. Harga untuk seluruh jenis bunganya cukup terjangkau yaitu mulai dari Rp 300.000 sampai Rp 1,5 juta per unit.

Saifuloh, menambahkan, bisnis bunga rangkai ini mengandalkan kreativitas karena susunan bunga akan dirancang sesuai keinginan pelanggan. "Bunga adalah simbol keindahan, apapun pasti menarik kalau disusun dengan rapi," tutur Saifuloh.

Saiful Florist menyediakan jasa rangkaian bunga dengan berbagai konsep sesuai permintaan pemesan. Selain bunga segar, ia juga menerima pesanan bunga artifisial atau bunga kain, bunga poster dan bunga papan.

Rangkaian bunga yang paling digemari adalah bunga artifisial. Sebab bunga ini terbuat dari kain yang tidak layu dan khusus untuk pajangan. "Desain karangan bunga segar biasanya kalau untuk acara-acara tertentu saja seperti acara-acara wisuda," kata Saiful.

Waktu pembuatan bunga rangkai berbeda-beda. Untuk rangkaian bunga segar dan bunga artifisial biasanya pemesanan bisa cepat, hanya dengan menunggu beberapa jam. Sedangkan bunga poster dan bunga papan membutuhkan waktu lebih lama. Harganya bervariasi antara Rp 250.000-Rp 500.000.       n

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini