Indef: Ekonomi bisa capai target asal ada stimulus



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Dunia (World Bank) memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 5,1% dalam Laporan Kuartalan World Bank yang dipublikasikan Selasa (3/10). Angka itu turun dari ramalan World Bank Juni 2017 yang sebesar 5,2%. Menurut World Bank, hal ini lantaran pertumbuhan konsumsi di kuartal kedua tidak meningkat.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adinegara mengatakan, pertumbuhan ekonomi memang dipastikan sulit mencapai angka 5,2%. Namun, masih ada yang bisa dilakukan agar Indonesia tidak masuk ke dalam era stagnasi pertumbuhan,

“Masih ada sisa waktu untuk melakukan kebijakan stimulus ekonomi. Pertama, dengan mendorong penyerapan belanja pemerintah semaksimal mungkin,” kata Bhima kepada KONTAN, Selasa (3/10).


Belanja pemerintah yang sempat tumbuh negatif sebesar minus 1,93% di triwulan II diharapkan tumbuh 4%-5% di triwulan III dan IV jika penyerapan secara total lebih dari 90% khususnya belanja modal. Belanja pemerintah ini diharapkan mendorong konsumsi masyarakat.

Kedua adalah mendorong dengan stimulus moneter. Setelah BI memotong suku bunga acuannya dari 4,50% ke 4,25%, perlu ada kebijakan moneter lainnya supaya pengaruhnya ke pertumbuhan ekonomi terasa.

“Selanjutnya adalah relaksasi Loan to Value (LTV) menjadi 95% untuk dorong sektor properti dan kendaraan bermotor,” ujarnya.

Apabila minim stimulus, menurut Bhima, dengan permintaan masih belum pulih dan adanya tekanan kepada rupiah yang diperkirakan bisa berlangsung hingga akhir 2017, ekonomi hanya bisa tumbuh 5,05% tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Rizki Caturini