KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menyisakan persoalan ketimpangan. Meski ekonomi tumbuh 5,29% pada kuartal II 2026, manfaat pertumbuhan dinilai lebih banyak dinikmati kelompok masyarakat berpendapatan atas. Diretur Big Data INDEF Eko Listiyanto mengatakan, hal tersebut tercermin dari meningkatnya rasio ketimpangan atau gini ratio pada Maret 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Gini Ratio nasional naik dari 0,363 pada September 2025 menjadi 0,368 pada Maret 2026. Di wilayah perkotaan, gini ratio meningkat dari 0,383 menjadi 0,387, sedangkan di perdesaan naik tipis dari 0,295 menjadi 0,296.
INDEF: Pertumbuhan Ekonomi Lebih Banyak Dinikmati Kelompok Masyarakat Kelas Atas
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menyisakan persoalan ketimpangan. Meski ekonomi tumbuh 5,29% pada kuartal II 2026, manfaat pertumbuhan dinilai lebih banyak dinikmati kelompok masyarakat berpendapatan atas. Diretur Big Data INDEF Eko Listiyanto mengatakan, hal tersebut tercermin dari meningkatnya rasio ketimpangan atau gini ratio pada Maret 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Gini Ratio nasional naik dari 0,363 pada September 2025 menjadi 0,368 pada Maret 2026. Di wilayah perkotaan, gini ratio meningkat dari 0,383 menjadi 0,387, sedangkan di perdesaan naik tipis dari 0,295 menjadi 0,296.