KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks harga saham gabungan (IHSG) selama empat hari berturut-turut dalam tren
bearish. Indeks terus merah, harga saham melorot. Penurunan IHSG pada perdagangan Rabu (7/3) kompak diikuti juga oleh pasar saham negara lain. Pada perdagangan Rabu, indeks ditutup melemah 2,03%. IHSG ditutup pada level 6.368,27 setelah sebelumnya dibuka pada level 6.500,11. Asing mencatatkan
net sell sebesar Rp 1,17 triliun pada semua pasar. Selama sepekan ini, setidaknya
net sell asing sudah tercatat sebesar Rp 4,76 triliun. Pelemahan ini menjadi perhatian pelaku pasar.
Wijen Ponthus, Analis Royal Investium Sekuritas Indonesia menilai wajar bila indeks mengalami koreksi. Hal ini karena secara teknikal indeks sudah naik cukup tinggi sebelumnya. Namun dia melihat, ke depan fundamental pasar Indonesia masih cukup baik. Terlebih lembaga pemeringkat asing asal Jepang, juga menaikkan rating Indonesia. “Rupiah juga masih berpotensi menguat satu bulan depan di kisaran 13.300-13.500. Artinya, sentimen positif seperti ini, masih bisa membuat IHSG bangkit
rebound,” kata Wijen di BEI, Rabu (7/3). Bila IHSG bisa mencapai level 6.550, indeks masih berpeluang mencetak rekor baru sepanjang masa (
all time high). IHSG bila masih diatas 6.000, peluang untuk rekor baru masih sangat besar. Menurutnya, koreksi yang terjadi akan kembali normal paling lama pekan depan. Dia memprediksi, sebelum Mei ada potensi terjadinya rekor IHSG baru. Hanya saja, setelah rekor baru tersebut, sekitar satu atau dua minggu, ada potensi terjadi koreksi sedalam level yang sama seperti saat ini. “Ini perlu jadi
concern untuk para investor. Asing melakukan
net sell, sehingga IHSG rawan koreksi,” kata Wijen. IHSG yang mengalami koreksi, menarik investor untuk masuk. Menurutnya, rentang level 6.290 - 6.300 merupakan level yang menarik untuk masuk dan bisa akumulasi beli. Setelah masuk pada level tersebut, menurutnya investor bisa menahannya selama satu bulan. “IHSG bisa naik sampai level baru lagi,” imbuh Wijen. Ada beberapa saham yang menurutnya, menarik untuk dicermati. Diantaranya berasal dari sektor pertambangan, seperti PTBA, ITMG, dan ADRO. Sentimen yang kuat belakangan ini adalah
domestic market obligation (DMO).
Untuk ADRO, bila harga turun lagi sekitar 2%-5%, terbilang menarik. Selain itu, emiten INCO dan TINS juga bisa dipertimbangan. Dari sektor lain, ada sektor perkebunan. Wijen menjagokan emiten seperti AALI, dan SIMP. Sektor ini memang cukup tertekan beberapa tahun belakangan. “Artinya, sektor CPO baru akan
rebound satu sampai dua bulan ke depan,” jelas Wijen. Pada IHSG besok, dia memprediksi masih ada potensi tekanan, hanya saja tidak sedalam hari ini. Wijen memperkirakan, indeks besok berada pada
range 6.250 - 6.400 dengan potensi melemah terbatas. “Ekspektasi Jumat, atau paling lambat Senin, indeks sudah mulai
rebound,” lanjutnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News