KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar aset kripto Indonesia kembali mencatatkan penguatan sepanjang Agustus 2026. Hal ini tercermin dari pergerakan Indeks CFX10 yang ditutup di level 932,74 pada penghujung bulan Agustus, naik 23,95% dari bulan sebelumnya. Berdasarkan CFX Newsletter periode Agustus 2026 yang diterima Kontan pada Kamis (10/9), Indeks CFX10 mengawali bulan di level 752,49. Indeks kemudian bergerak menguat dan sempat mencapai level tertinggi 961,77 pada 28 Agustus 2026. Sementara itu, level terendah sepanjang bulan tercatat di 742,87.
Dari sisi aktivitas perdagangan, pasar spot aset kripto juga mencatat peningkatan. Volume perdagangan spot pada Agustus 2026 mencapai Rp 17,6 triliun, naik 10% dibandingkan bulan sebelumnya.
Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Tertekan, Investor Cermati Sinyal Kebijakan The Fed Sementara itu, secara kumulatif atau
year to date (YTD) hingga Agustus 2026, volume perdagangan spot tercatat sebesar Rp 175,4 triliun. Namun, angka tersebut masih turun 46% YoY dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 324,7 triliun. Adapun aset kripto dengan volume perdagangan terbesar selama Agustus 2026 terdiri dari Tether (USDT), Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Audiera (BEAT), dan XRP (XRP). Dari komposisi perdagangan pasar spot, posisi
buy mendominasi dengan porsi 51,3%, sedangkan posisi
sell sebesar 48,7%. Dalam Newsletter juga tersebut dipaparkan bahwa penguatan pasar kripto pada Agustus 2026 juga tercermin dari sejumlah aset dengan kinerja terbaik. Solana Mobile Seeker (SKR) menjadi aset kripto dengan kenaikan tertinggi, yakni mencapai 328% sepanjang Agustus. Selanjutnya, Helium (HNT) naik 255%, Aura (AURA) menguat 247%, Prom (PROM) meningkat 234%, dan Hemi (HEMI) naik 224%. Sebaliknya, beberapa aset mencatatkan tekanan cukup dalam. Audiera (BEAT) menjadi aset dengan kinerja terburuk setelah turun 97%, diikuti T-MAC DAO (TMC) yang merosot 94%, AIHUB (AIH) turun 92%, Vanar Chain (VANRY) terkoreksi 85%, serta Utility NexusMind (UNMD) turun 84%. Tak hanya pasar spot, aktivitas perdagangan aset kripto di pasar derivatif juga meningkat pada Agustus 2026. CFX mencatat volume perdagangan derivatif mencapai Rp 5,98 triliun, atau melonjak 50% secara bulanan. Dengan demikian, total volume perdagangan derivatif secara YTD hingga Agustus 2026 mencapai Rp 35,7 triliun. Meski demikian, capaian YTD tersebut masih turun 5,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 37,7 triliun.
Kontrak derivatif dengan volume perdagangan terbesar selama Agustus antara lain BTCUSDT-PERP, ETHUSDT-PERP, WLDUSDT-PERP, SOLUSDT-PERP, dan PUMPUSDT-PERP. Dari komposisi perdagangan derivatif, posisi
long mendominasi dengan porsi 52,6%, sedangkan posisi
short sebesar 47,4%.
Baca Juga: Punya Pengendali Baru, VISI Siapkan Transformasi ke Bisnis Kesehatan Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News