Indeks di Jepang Melonjak Pasca Hasil Pemilihan Paruh Waktu AS, Saham AI Terpuruk



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Saham-saham Jepang menguat pada Kamis (5/11/2026), didorong oleh penurunan harga minyak mentah setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu AS. Hasil ini melemahkan posisi Presiden Donald Trump dan memunculkan harapan akan berakhirnya konflik yang melibatkan Iran.

Sebaliknya, saham di sektor kecerdasan buatan (AI) dan cip melanjutkan penurunan tajam dari hari Rabu, di tengah spekulasi bahwa Partai Demokrat akan memperlambat laju ekspansi pusat data (data center) berbasis AI. 

Aksi jual di sektor teknologi ini justru menguntungkan sektor lain seperti ritel dan real estat, seiring dengan pergeseran posisi investasi para pelaku pasar.


Mengutip Reuters, Kamis (5/11/2026), indeks Topix naik 1,3% pada pukul 01.31 GMT, setelah sempat mencatatkan kenaikan hingga 2,4%. 

Baca Juga: Pasar Keuangan Amerika Latin Menguat Usai Demokrat Kuasai Kongres AS

Penurunan harga minyak mentah cenderung menguntungkan perusahaan-perusahaan Jepang, mengingat Jepang mengimpor hampir seluruh kebutuhan energinya, sebagian besar dari Timur Tengah.

Sementara itu, indeks Nikkei yang didominasi oleh saham teknologi justru turun 0,5%, tertekan oleh saham perusahaan peralatan cip seperti Advantest dan Tokyo Electron, yang masing-masing anjlok 10,3% dan 8,6%.

"Dana yang sebelumnya mengalir ke sektor AI dan semikonduktor kini telah beralih ke sektor lain," ujar Wataru Akiyama, ahli strategi ekuitas di Nomura Securities.

"Kini muncul pandangan bahwa kemenangan Partai Demokrat akan menyebabkan penundaan dalam rencana pembangunan pusat data, yang berarti laju pertumbuhan laba saat ini mungkin tidak dapat dipertahankan," katanya.

Namun, ia menambahkan, "Mengingat adanya persaingan strategis antara AS dan China, tren pembangunan pusat data kemungkinan besar tidak akan berbalik arah."

Dampak tekanan yang cukup besar dari raksasa teknologi Jepang terlihat jelas: 168 dari 225 komponen indeks Nikkei mencatatkan kenaikan pada hari Kamis, sementara 56 saham mengalami penurunan dan satu saham stagnan. 

Dua puluh lima dari 33 kelompok industri di Bursa Efek Tokyo mencatatkan kenaikan, dipimpin oleh sektor real estat yang melonjak 6,5%, sektor ritel yang naik 5,4%, dan sektor farmasi yang menguat 5,3%. Fast Retailing, perusahaan pengelola Uniqlo, melesat 7,9%.

Saham Toyota naik 5,3% menjelang rilis laporan kinerjanya yang dijadwalkan pada sesi perdagangan sore.

Baca Juga: Korea Selatan Akan Perluas Operasi Unit Anti Pembajakan Lebih Dekat ke Selat Hormuz

Sony dan Nintendo akan mengumumkan hasil kinerja mereka setelah penutupan perdagangan hari Kamis; saham keduanya masing-masing naik 6,6% dan 4,6%.

Sektor pelayaran menjadi sektor dengan kinerja terburuk di tengah prospek penurunan tarif pengangkutan jika konflik di Timur Tengah mereda.