KONTAN.CO ID - JAKARTA. Indeks dolar AS kembali mendekat level 100. Pergerakan tersebut terjadi bersamaan dengan penurunan imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun ke level 4,65% serta meredanya kekhawatiran pasar terhadap konflik Timur Tengah yang meningkatkan volatilitas harga minyak global. Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS (DXY) melemah 0,02% ke level 99,838 pada perdagangan Rabu (5/8/2026). Pelemahan tipis tersebut terjadi di tengah perhatian pasar terhadap perkembangan geopolitik, pergerakan harga minyak, serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve ke depan. Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan indeks dolar AS (DXY) saat ini merupakan respons pasar terhadap meningkatnya harapan penyelesaian konflik Timur Tengah, termasuk peluang pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, menurutnya, pelemahan tersebut belum menunjukkan perubahan tren jangka panjang karena belum terdapat kesepakatan damai yang bersifat permanen.
Indeks Dolar AS Melemah, Tapi Potensi Menguat Masih Terbuka hingga Akhir Tahun
KONTAN.CO ID - JAKARTA. Indeks dolar AS kembali mendekat level 100. Pergerakan tersebut terjadi bersamaan dengan penurunan imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun ke level 4,65% serta meredanya kekhawatiran pasar terhadap konflik Timur Tengah yang meningkatkan volatilitas harga minyak global. Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS (DXY) melemah 0,02% ke level 99,838 pada perdagangan Rabu (5/8/2026). Pelemahan tipis tersebut terjadi di tengah perhatian pasar terhadap perkembangan geopolitik, pergerakan harga minyak, serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve ke depan. Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan indeks dolar AS (DXY) saat ini merupakan respons pasar terhadap meningkatnya harapan penyelesaian konflik Timur Tengah, termasuk peluang pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, menurutnya, pelemahan tersebut belum menunjukkan perubahan tren jangka panjang karena belum terdapat kesepakatan damai yang bersifat permanen.
TAG: