Indeks Dow, S&P 500 Naik Pasca Rusia Siap Mengadakan Pembicaraan dengan Ukraina



KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks Dow dan S&P 500 naik pada hari Jumat, membangun reli di sesi sebelumnya setelah Kremlin mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin siap mengirim delegasi ke Minsk untuk bernegosiasi dengan Ukraina.

Pada 10:12 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 256,49 poin, atau 0,77%, pada 33.480,32. Indeks S&P 500 juga naik 20,90 poin, atau 0,49%, pada 4.309,60. Sementara itu, Nasdaq Komposit turun 43,89 poin, atau 0,33%, ke 13.429,69.

Berikut kesediaan Rusia mengadakan pembicaraan menenangkan kegelisahan investor tentang dampak invasi Rusia ke Ukraina dan sanksi keras dari barat yang memicu aksi jual besar-besaran di pasar global pada awal pekan ini.


Baca Juga: Rusia Siap Kirim Delegasi Untuk Bernegosiasi, Wall Street Dibuka Menguat

"Apakah ini benar atau tidak, itu adalah katalis untuk mendorong kami. Kami terus berada di pasar yang didorong oleh headline yang berombak," kata Dennis Dick, pedagang berpemilik di Bright Trading LLC di Las Vegas seperti dilansir Reuters, Jumat (25/2/2022).

"Pada tahun 2020 kami membeli saus dan menjualnya tiga hari kemudian dan menghasilkan uang, di lingkungan ini, Anda mungkin membeli saus dan menjualnya 5 menit kemudian," sambungnya.

Delapan dari 11 sektor utama S&P menguat di awal perdagangan, dengan energi dan keuangan masing-masing naik 1,7% dan 1,3%.

Sektor-sektor seperti teknologi informasi dan consumer discretionary yang menaungi beberapa perusahaan megacap, berkinerja buruk setelah reli tajam di sesi sebelumnya.

Baca Juga: IHSG Dibuka Naik 0,25% ke Level 6.834,8, Net Buy Asing Rp 53,281 Miliar

Saham global naik, sementara harga minyak turun di bawah US$ 100 per barel dan emas safe-haven turun dari level tertinggi 18 bulan.

Wall Street bangkit kembali dalam reli akhir sesi pada hari Kamis, dipimpin oleh kenaikan 3% di Nasdaq, setelah tanggapan terkoordinasi oleh Barat dalam bentuk sanksi dipandang lebih lunak daripada yang dikhawatirkan banyak investor.

Editor: Noverius Laoli