KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bursa saham Korea Selatan anjlok lebih dari 2% pada hari ini dalam perdagangan yang mengejar ketertinggalan setelah libur panjang, dan mencatat penurunan terbesar dalam dua minggu karena saham produsen chip jatuh akibat kekhawatiran terhadap tingginya imbal hasil obligasi. Senin (28/9/2026), indeks acuan KOSPI ditutup turun 191,17 poin atau 2,70% ke level 6.889,75, setelah mencatatkan kenaikan selama empat sesi berturut-turut hingga mencapai level tertinggi dalam dua bulan. Indeks KOSPI mencatat penurunan persentase harian terbesar sejak 14 September.
Sekedar mengingatkan, pasar keuangan Korea Selatan tutup pada hari Kamis (24/9/2026) dan Jumat (25/9/2026) karena libur nasional setempat. Wall Street berakhir menguat di akhir pekan lalu, didorong oleh saham
Microsoft dan saham teknologi terkait AI lainnya. Sementara, harga minyak yang tinggi dan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) baru-baru ini membuat investor waswas.
Baca Juga: Harga Emas Turun Lebih dari 2%, Imbas Spekulasi Kenaikan Suku Bunga AS "Penjualan oleh investor asing terkonsentrasi di sektor cip setelah kenaikan imbal hasil obligasi. Namun, sulit untuk mengatakan apakah sentimen investor secara keseluruhan melemah akibat tingginya imbal hasil obligasi, mengingat jumlah saham yang naik lebih banyak daripada yang turun," kata Huh Jae-hwan, seorang analis di Eugene Investment Securities. Bank of Korea (BOK) menyatakan pada hari ini bahwa bank sentral akan memantau pasar keuangan dan valuta asing secara ketat. Menteri Keuangan negara tersebut mengatakan pemerintah juga akan meningkatkan kerja sama dengan bank sentral dalam pemantauan dan respons pasar keuangan. Fokus investor tertuju pada data ekspor Korea Selatan dan laporan laba Micron Technology yang akan dirilis akhir pekan ini untuk mencari petunjuk mengenai lonjakan permintaan cip yang didorong oleh AI, menurut para analis. Saham, produsen chip Samsung Electronics turun 5,43% dan perusahaan sejenisnya, SK Hynix turun 5,05%, sehingga menyeret indeks acuan ke level yang lebih rendah.
Dari total 914 saham yang diperdagangkan, 611 saham mencatat kenaikan, sementara 249 saham mengalami penurunan. Investor asing mencatat posisi jual bersih (net sell) saham senilai 3,2 triliun won atau setara US$ 2,35 miliar. Nilai tukar won berada di level 1.365,1 per dolar pada platform penyelesaian domestik (onshore), melemah 0,59% dibandingkan penutupan sebelumnya di angka 1.357. Imbal hasil obligasi pemerintah Korea tenor tiga tahun yang paling likuid naik 12 basis poin menjadi 4,118%, level tertinggi sejak November 2022. Imbal hasil obligasi acuan tenor 10 tahun naik 12,4 basis poin menjadi 4,533%.