KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan kembali mencatat rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Kamis (18/6/2026), didorong lonjakan saham sektor semikonduktor yang mendapat sentimen positif dari perkembangan industri kecerdasan buatan (AI). Melansir
Reuters, indeks acuan KOSPI naik untuk hari keenam berturut-turut. Hingga pukul 01.27 GMT, KOSPI menguat 55,12 poin atau 0,62% ke level 8.919,36.
Baca Juga: Emas Dunia Bangkit dari Koreksi Kamis (18/6), Mencerna Kesepakatan Damai AS dan Iran Sebelumnya, indeks sempat melonjak hingga 1,27% dan menyentuh rekor intraday baru di level 8.976,55. Capaian tersebut melampaui rekor sebelumnya di level 8.933,62 yang tercatat pada 2 Juni 2026. Meski sempat mendekati level psikologis 9.000, penguatan KOSPI akhirnya sedikit berkurang menjelang pertengahan sesi perdagangan. Penguatan indeks terutama ditopang saham-saham produsen chip. Saham SK Hynix melonjak 3,29% dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa setelah perusahaan mengumumkan telah mengirimkan sampel chip memori berbandwidth tinggi (HBM) generasi terbaru kepada sejumlah pelanggan utama.
Baca Juga: Dolar AS Bertahan di Puncak Dua Bulan Kamis (18/6), Yen Jepang Makin Tertekan Sementara itu, saham Samsung Electronics naik 0,87%. Sentimen positif sektor chip juga datang dari pernyataan CEO Apple, Tim Cook, yang mengatakan perusahaan berencana menaikkan harga sejumlah produknya untuk mengimbangi kenaikan biaya chip memori dan penyimpanan data. Di sisi lain, pasar juga mencermati hasil rapat kebijakan Federal Reserve (The Fed). Ketua The Fed Kevin Warsh mempertahankan suku bunga acuan namun memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi tahun ini karena inflasi yang masih tinggi. Pemerintah Korea Selatan turut mewaspadai potensi volatilitas pasar. Menteri Keuangan Korea Selatan menyatakan otoritas akan terus memantau pergerakan pasar dan siap mengambil langkah stabilisasi jika diperlukan. Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Bank of Korea. Meski indeks mencatat rekor baru, tidak semua saham bergerak positif. Saham LG Energy Solution turun 3,37%. Sementara itu, saham Hyundai Motor melemah 1,70% dan saham Kia Corporation terkoreksi 3,07%.
Baca Juga: Bursa Australia Menguat Tipis Kamis (18/6), Setelah AS-Iran Sepakati Perdamaian Dari total 914 saham yang diperdagangkan, hanya 127 saham yang menguat, sementara 769 saham mengalami penurunan. Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih saham senilai 892 miliar won atau sekitar US$ 585,45 juta. Di pasar valuta asing, won Korea Selatan melemah 0,62% menjadi 1.525 won per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya di 1.515,5 won per dolar AS. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun yang paling aktif diperdagangkan naik 3,8 basis poin menjadi 3,743%. Adapun yield obligasi tenor 10 tahun meningkat 2,3 basis poin menjadi 4,10%.