Indeks Kospi Ditutup Anjlok 5,8%, Catat Penurunan Terbesar dalam 3 Minggu



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bursa saham Korea Selatan anjlok usai ditutup melemah hampir 6% pada hari ini, membukukan penurunan satu hari terbesar dalam tiga minggu terakhir karena aksi jual di perusahaan pembuat chip yang dipicu oleh imbal hasil obligasi yang tinggi.

Rabu (19/8/2026), indeks acuan KOSPI ditutup melemah 398,66 poin atau 5,80% ke  6.471,17. Sekedar mengingatkan, Kospi juga ditutup melemah 1,5% dan menghentikan kenaikan dalam lima sesi berturut-turut.

"Tampaknya investor dengan cepat keluar dari volatilitas pasar saham, dengan imbal hasil obligasi menjadi pemicunya," kata Huh Jae-hwan, analis di Eugene Investment Securities.


Ada suasana menunggu dan melihat setelah penurunan tajam dan kenaikan tajam," tambah Huh.

Korea Selatan mencatat, biaya pinjaman jangka panjang dari AS, Jerman, dan Jepang mencapai titik tertinggi dalam beberapa dekade karena membengkaknya utang pemerintah dan geopolitik, peningkatan biaya pinjaman untuk perusahaan dan rumah tangga, serta kebijakan yang rumit.

Baca Juga: Indeks Nikkei Ditutup Anjlok 3%, Aksi Jual Saham Teknologi Menyebar

Di antara saham-saham kelas berat dalam indeks, saham produsen chip Samsung Electronics ambles 7,82%, dan saham pesaingnya SK Hynix anjlok 9,75%. Berbeda, saham pembuat baterai LG Energy Solution naik 1,85%.

Saham Hyundai Motor dan saudaranya produsen mobil Kia Corp masing-masing turun 4,83% dan turun 3,06%. Sedangkan, saham produsen baja POSCO Holdings merosot 1,39%, dengan saham produsen obat Samsung BioLogics naik 0,85%.

Dari total 906 saham yang diperdagangkan, 171 saham menguat, sedangkan 703 melemah.

Pihak asing merupakan penjual bersih saham senilai 3,5 triliun won atau setara US$ 2,5 miliar.

Won dikutip pada 1,397.7 per dolar pada platform penyelesaian dalam negeri, atau 1,06% lebih tinggi dari penutupan sebelumnya pada 1,412.5. Won mencapai level tertingginya sejak September 2025.

Di pasar uang dan utang, obligasi negara tiga tahun berjangka bulan September naik 0,15 poin menjadi 103,28.

Imbal hasil obligasi pemerintah Korea bertenor tiga tahun yang paling likuid turun 3,8 basis poin menjadi 3,803%, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah tenor acuan 10 tahun yang menjadi acuan turun sebesar 3,0 basis poin menjadi 4,345%.