Indeks KOSPI Ditutup Anjlok Hampir 5% Terseret Kekhawatiran AI, Won Perkasa



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bursa saham Korea Selatan ditutup melemah lebih dari 4% pada hari ini, menghapus sebagian besar keuntungan dari dua sesi sebelumnya, karena volatilitas terkait AI menghantam indeks acuan yang didominasi teknologi. Sejalan, won menguat ke level tertinggi 10 bulan.

Kamis (6/8/2026), indeks acuan KOSPI ditutup anjlok 4,6% pada 6.296,38 setelah sempat jatuh hingga 5,5% selama sesi perdagangan kali ini. Indeks acuan tersebut telah naik sekitar 5% selama dua sesi sebelumnya.

Penurunan ini menyusul kerugian tajam pada saham SpaceX yang terdaftar di AS dan produsen chip Advanced Micro Devices yang menyeret indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi pada sesi sebelumnya.


Investor menjual kedua saham tersebut karena keraguan atas keberlanjutan dan pengembalian investasi pada program AI yang tak henti-hentinya kembali muncul.

Baca Juga: Indeks Nikkei Ditutup Melemah 0,9%, Terseret Koreksi Saham Teknologi

Di Korea Selatan, produsen chip Samsung Electronics turun 6,3% dan saham pesaingnya SK Hynix ambles 10,4%. Kedua saham tersebut menyumbang lebih dari setengah indeks KOSPI.

"Aksi jual saham SpaceX dan AMD telah menghidupkan kembali kekhawatiran seputar valuasi AI dan keberlanjutan pengeluaran teknologi, yang secara alami berdampak ke Korea mengingat eksposur semikonduktor yang besar pada KOSPI," kata Jung In Yun, kepala eksekutif Fibonacci Asset Management Global di Singapura.

Hugh Lam, ahli strategi investasi di Betashares, mengatakan "prospek jangka panjang tetap konstruktif, dengan arah pergerakan yang kemungkinan masih akan lebih tinggi, tetapi investor harus mengharapkan jalur yang tidak linier."

Investor asing menjual saham senilai 3,33 triliun won (US$ 2,34 miliar) pada hari itu, memperpanjang arus keluar Juli senilai 9,86 triliun won.

Sementara itu, dua produsen chip terbesar di dunia, yang diperkirakan akan memiliki total kas bersih sebesar $263 miliar pada akhir tahun, menghadapi seruan investor yang semakin meningkat untuk mendapatkan bagian yang lebih besar dari kelebihan kas melalui dividen atau pembelian kembali saham.

Kedua produsen chip tersebut mengatakan kepada Reuters pada hari Rabu bahwa mereka sedang menjajaki cara untuk meningkatkan pengembalian kepada pemegang saham.

Sementara itu, won menguat hingga mencapai 1.414,5 terhadap dolar AS, level terkuatnya sejak awal Oktober 2025, menyusul intervensi otoritas valuta asing pekan lalu. Namun, won terakhir terlihat sedikit terdepresiasi menjadi 1.423,8 terhadap dolar AS.

Won telah menguat 1,6% sejak intervensi, dengan analis juga mengaitkan penguatan tersebut dengan repatriasi hasil besar dari peluncuran ADR SK Hynix di AS.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Investor Berhati-hati Terhadap Kemajuan Pembicaraan Iran-Oman

Secara terpisah, Kementerian Keuangan Korea Selatan mengatakan kemungkinan pertumbuhan ekonomi mencapai level 3% telah meningkat secara signifikan, setelah menaikkan perkiraan pertumbuhan tahun 2026 menjadi 3,0% dari 2,0% bulan lalu.

Di tempat lain di KOSPI, saham Hyundai Motor dan perusahaan otomotif saudaranya, Kia Corp, masing-masing turun 1,1% dan naik 0,5%. Dan saham Produsen baja POSCO Holdings naik 0,6%, sementara produsen obat Samsung BioLogics naik 1,5%.