Indeks KOSPI Korea Selatan Bersiap Catat Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak 2008



KONTAN.CO.ID - Bursa saham Korea Selatan bersiap mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari 17 tahun, meski indeks acuan KOSPI terkoreksi pada perdagangan Jumat (8/5/2026) setelah reli kuat yang dipicu optimisme terhadap sektor artificial intelligence (AI).

Melansir Reuters pada pukul 01.29 GMT, indeks KOSPI turun 65,76 poin atau 0,88% menjadi 7.424,29. Sebelumnya, indeks sempat melemah lebih dari 2% pada awal perdagangan.

Baca Juga: Bursa Australia Terkoreksi Jumat (8/5) Pagi, AS dan Iran Kembali Saling Serang


Koreksi terjadi setelah KOSPI untuk pertama kalinya menembus level 7.000 awal pekan ini dan ditutup di rekor tertinggi baru mendekati level 7.500 pada Kamis.

Meski terkoreksi, indeks KOSPI masih mencatat kenaikan 12,5% sepanjang pekan ini. Jika bertahan hingga penutupan perdagangan, capaian tersebut akan menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak Oktober 2008 sekaligus memperpanjang reli menjadi lima pekan berturut-turut.

Sentimen positif turut didukung data ekonomi yang menunjukkan Korea Selatan mencatat surplus transaksi berjalan tertinggi sepanjang sejarah pada Maret, didorong lonjakan ekspor chip semikonduktor.

“Pasar sedang mengambil jeda akibat aksi ambil untung setelah indeks semikonduktor Philadelphia turun 2,7% semalam,” ujar analis Kiwoom Securities, Han Ji-young.

Baca Juga: Indeks Nikkei Tergelincir dari Rekor Tertinggi Jumat (8/5), Saham SoftBank Tertekan

Di antara saham kapitalisasi besar, Samsung Electronics turun 2,03% dan SK Hynix melemah 0,42% setelah keduanya mencetak rekor tertinggi pada perdagangan Kamis.

Saham produsen baterai LG Energy Solution juga turun 1,14%.

Di sisi lain, saham Hyundai Motor melonjak 7,52%, sementara Kia Corp naik 2,92%.

Saham produsen baja POSCO Holdings melemah 2,62%, sedangkan Samsung BioLogics bergerak stagnan.

Dari total 897 saham yang diperdagangkan, sebanyak 263 saham menguat dan 603 saham melemah.

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih saham senilai 2,7 triliun won atau sekitar US$1,84 miliar.

Baca Juga: Harga Emas Bersiap Catat Kenaikan Mingguan, Pasar Pantau Prospek Damai AS-Iran

Di pasar valuta asing, won Korea Selatan melemah 0,63% ke level 1.465,3 per dolar AS dibanding penutupan sebelumnya di 1.456,0.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun naik 2,3 basis poin menjadi 3,563%. Adapun yield obligasi tenor 10 tahun turun 0,5 basis poin ke level 3,900%.