Indeks KOSPI Korea Selatan Menguat Seiring Reli Saham Sektor Chip



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bursa saham Korea Selatan menguat di pagi ini dengan saham Samsung Electronics dan SK Hynix melanjutkan kenaikan berkat minat investor yang berkelanjutan terhadap sektor kecerdasan buatan (AI). Di sisi lain, won menguat dengan imbal hasil obligasi acuan turun.

Rabu (9/9/2026) pukul 08.50 WIB, indeks acuan KOSPI naik 100,16 poin atau 1,44% menjadi 7.054,68. Dengan posisi ini, indeks KOSPI telah naik 67,40% sepanjang tahun ini.

Pada awal perdagangan hari ini, saham produsen chip Samsung Electronics naik 1,39% dan saham pesaingnya SK Hynix menguat 3,46%, setelah indeks Philadelphia Semiconductor menguat 1,3% dalam perdagangan semalam di AS.


Baca Juga: Konflik Iran-AS Memanas, Harga Minyak Mendekati US$ 100 per Barel

Di antara saham-saham berkapitalisasi besar lainnya, saham produsen baterai LG Energy Solution naik 0,29%. Sementara, saham Hyundai Motor dan perusahaan afiliasinya Kia Corp masing-masing naik 0,26% dan 0,48%.

Di sisi lain, saham produsen baja POSCO Holdings turun 0,15%, dengan saham perusahaan farmasi Samsung BioLogics naik 0,03%.

Dari total 909 saham yang diperdagangkan, 405 saham mengalami kenaikan, sementara 448 saham turun.

Investor asing mencatat penjualan bersih saham senilai 174,3 miliar won atau setara US$ 130,2 juta.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Presiden Prancis Emmanuel Macron membahas kerja sama terkait keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz dalam pertemuan puncak di Paris pada hari Selasa, di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.

Mata uang won diperdagangkan pada level 1.339,1 per dolar AS di platform penyelesaian domestik (onshore), menguat 0,28% dari penutupan sebelumnya di angka 1.342,8.

Dalam perdagangan offshore, won diperdagangkan pada level 1.338,8 per dolar, naik 0,1% pada hari itu, dan dalam perdagangan non-deliverable forward, kontrak satu bulannya berada di angka 1.338,4.

Baca Juga: Rusia Lancarkan Serangan Besar-besaran ke Ukraina, Lima Orang Tewas

Won pun telah menguat 7,5% terhadap dolar sepanjang tahun ini.

Di pasar uang dan obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah (Treasury) tenor tiga tahun untuk pengiriman bulan September naik 0,01 poin menjadi 103,12.

Imbal hasil obligasi pemerintah Korea tenor tiga tahun yang paling likuid turun 0,4 basis poin menjadi 3,899% dan imbal hasil acuan tenor 10 tahun turun 1,1 basis poin menjadi 4,379%.