Indeks KOSPI Reli, Seiring Lonjakan Harga Saham Produsen Chip



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bursa saham Korea Selatan berhasil reli setelah ditutup naik hampir 6% pada hari ini, bangkit dari penurunan tajam pada sesi sebelumnya, seiring lonjakan harga saham produsen chip yang didorong oleh langkah-langkah imbal hasil bagi pemegang saham dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury).

Kamis (20/8/2026), indeks acuan KOSPI ditutup naik 381,40 poin atau 5,89% pada level 6.852,57. Indeks tersebut sempat ditutup turun 5,8% pada Rabu (19/8/2026).

Departemen Keuangan AS meluncurkan langkah-langkah dukungan untuk obligasi berdurasi panjang, turun tangan untuk meredam—setidaknya untuk sementara—kenaikan imbal hasil yang sempat membuat investor global khawatir.


Pada sesi ini, saham SK Hynix melonjak 12,73% setelah produsen chip tersebut menyatakan akan membeli kembali dan membatalkan saham treasuri serta mengalokasikan lebih dari 50% arus kas bebas yang dihasilkan antara tahun 2025 dan 2027 untuk meningkatkan imbal hasil bagi pemegang saham.

Baca Juga: Rusia Gempur Ukraina dengan Puluhan Rudal dan 168 Drone

Perusahaan sejenis, Samsung Electronics, juga ditutup naik 9,49% setelah adanya laporan media yang menyebutkan bahwa perusahaan tersebut juga akan mengumumkan kebijakan imbal hasil baru bagi pemegang saham pada akhir bulan ini.

“Sentimen investor stabil berkat penurunan tajam imbal hasil obligasi pemerintah, dengan kebijakan imbal hasil bagi pemegang saham juga turut memberikan dampak," ujar Seo Sang-young, analis di Mirae Asset Securities.

Di antara saham-saham berkapitalisasi besar lainnya, saham produsen baterai LG Energy Solution naik 0,14%, dan saham Hyundai Motor dan perusahaan afiliasinya, Kia Corp, masing-masing mencatat kenaikan 0,85% dan penurunan 1,43%.

Di sisi lain, saham produsen baja POSCO Holdings naik 0,47%. Sementara, saham perusahaan farmasi Samsung BioLogics menguat 1,94%.

Dari total 905 saham yang diperdagangkan, 521 saham mencatat kenaikan, sedangkan 338 saham mengalami penurunan.

Investor asing mencatat pembelian bersih saham senilai 1,7 triliun won (US$1,22 miliar).

Nilai tukar won berada di level 1.392,6 per dolar pada platform penyelesaian domestik, melemah 0,25% dibandingkan penutupan sebelumnya di angka 1.389,1.

Baca Juga: Impor Batubara China pada Juli Naik 23% , Kiriman dari Indonesia Tembus 15,7 Juta Ton

Di pasar uang dan obligasi, kontrak berjangka obligasi pemerintah (treasury bond) tenor tiga tahun untuk pengiriman bulan September turun 0,03 poin menjadi 103,27.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Korea tenor tiga tahun yang paling likuid naik 2,1 basis poin menjadi 3,807%, sementara imbal hasil acuan tenor 10 tahun turun 9,5 basis poin menjadi 4,318%.