Indeks KOSPI Terkoreksi: Saham Produsen Chip Koreksi, Pasar Menanti Kinerja Samsung



KONTAN.CO.ID - SEOUL. Bursa saham Korea Selatan ditutup melemah pada hari ini karena penurunan saham produsen chip menjelang laporan pendapatan Samsung Electronics di akhir pekan ini.

Selasa (6/10/2026), indeks acuan KOSPI ditutup turun 62,35 poin atau 0,89%, ke 6.941,39. Sekedar mengingatkan, pasar saham Korea Selatan tutup pada hari Senin (5/10/2026) untuk hari libur umum.

Menteri Keuangan Korea Selatan mengatakan pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada pada kisaran 3% tahun ini seiring dengan semakin meluasnya momentum pertumbuhan. Dia juga mengatakan pihak berwenang akan melakukan upaya untuk menstabilkan pasar valuta asing dan mempertimbangkan lebih banyak pengurangan penerbitan obligasi tergantung pada kondisi pasar.


"Pendapatan Samsung Electronics akan positif karena harga chip memori terus meningkat, namun imbal hasil obligasi yang tinggi membebani pasar secara keseluruhan," kata Seo Sang-young, analis di Mirae Asset Securities.

Saham produsen chip Samsung Electronics turun 1,45% dengan saham rekannya SK Hynix melemah 3,69%.

Baca Juga: Indeks Nikkei Ditutup Reli 1%, Ditopang Lelang Obligasi Pemerintah Jepang yang Lancar

Di antara saham-saham kelas berat indeks lainnya, produsen baterai LG Energy Solution naik 5,12%, sementara Hyundai Motor dan produsen mobil Kia Corp masing-masing naik 0,43% dan turun 0,27%.

Saham produsen baja POSCO Holdings naik 2,25%, sementara saham produsen obat Samsung BioLogics turun 3,25%.

Dari total 918 emisi yang diperdagangkan, 425 saham menguat, dan 461 melemah.

Pihak asing merupakan penjual bersih saham senilai 1,8 triliun won setara US$ 1,34 miliar.

Won dikutip pada 1,343.6 per dolar pada platform penyelesaian dalam negeri, 0,09% lebih rendah dari penutupan sebelumnya pada 1,342.4.

Di pasar uang dan utang, obligasi negara berjangka tiga tahun bulan Desember tidak berubah di 102,64.

Imbal hasil obligasi negara Korea bertenor tiga tahun yang paling likuid naik 0,5 basis poin menjadi 3,935%, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun turun 1,2 basis poin menjadi 4,374%.