Indeks Manufaktur RI Naik, Ada Andil Pengendalian Pandemi dan Vaksinasi Covid-19



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sektor manufaktur Indonesia makin menggeliat. Tercermin dari indeks manufaktur atau Purchasing Managers’ Index (PMI) pada Maret 2022 yang tercatat berada pada level 51,3, naik dari Februari yang menyentuh level 51,2.

Kepala Badan Kebjiakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan, tren positif ini tidak terlepas dari upaya pengendalian pandemi yang terus dilakukan, termasuk vaksinasi.

“Pemulihan yang terus menguat ini akan kami jaga, tentunya dengan dukungan masyarakat sambil tetap berhati-hati dan waspada dengan dinamika yang saat ini terjadi,” tutur Febrio dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/4).


Febrio bilang, Kerja sama pemerintah dan masyarakat yang keras terus membuahkan hasil yang nyata. Tingkat pengendalian pandemi semakin membaik tercermin dari tingkat kasus harian rata- rata yang menurun cepat dengan tingkat hunian rumah sakit (Bed Occupancy Rate) yang rendah.

Baca Juga: Ekonom Core: Industri Manufaktur Bisa Berjalan di Tengah Ketidakpastian Pandemi

Hal ini juga terkait erat dengan tingkat vaksinasi masyarakat yang semakin tinggi. Ini menjadi modal baik menuju kehidupan bersama endemi (living with endemic). Selain dinamika pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia juga sejatinya dihadapkan pada sejumlah tantangan global yang terus diantisipasi dan diredam dengan berbagai kebijakan agar berdampak terbatas ke ekonomi domestik.

“APBN telah dan akan terus hadir bagi masyarakat di mana belanja perlindungan sosial efektif menurunkan kemiskinan dan tetap menjadi shock absorber di tengah berbagai risiko yang dihadapi perekonomian kita,” tambah Febrio.

Hingga 25 Maret 2022, APBN diantaranya telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp 22,6 triliun dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dipergunakan untuk kesehatan, perlindungan sosial, dan pemulihan dunia usaha.

Perbaikan PMI Manufaktur Indonesia ini terjadi di tengah beragam dinamika ekonomi dunia. PMI Manufaktur di beberapa negara mengalami kontraksi di bulan Maret, seperti Tiongkok yang sebesar 48.1 turun dari 50.4, Malaysia turun menjadi 49,6 dari 50,9.

Sementara sejumlah negara lainnya mengalami perlambatan meskipun masih di zona ekspansif seperti, Korea Selatan menjadi 51,2 turun dari 53,8, Thailand 51,8 turun dari 52,5). Kemudian, negara yang mengalami penguatan adalah Filipina di level 53,2 karena penurunan kasus pandemi Covid-19.

Oleh sebab, Febrio bilang,  penurunan kasus Covid-19 di Indonesia yang lebih cepat saat ini diharapkan semakin meningkatkan ekspansi sektor manufaktur ke depan.

Baca Juga: PMI Manufaktur Indonesia pada Maret Naik Tipis di posisi 52,3 dari Bulan Sebelumnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat