Indeks Nikkei Berbalik Melemah, Terseret Pelemahan Saham Advantest



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Indeks saham Nikkei Jepang berbalik melemah dari kenaikan di awal perdagangan pada hari ini, terbebani oleh saham Advantest, yang merupakan pemasok Nvidia. Sementara, indeks Topix yang lebih luas berhasil naik tipis berkat aksi beli saham bernilai (value stocks).

Kamis (27/8/2026) pukul 09.15 WIB, indeks Nikkei turun 0,14% ke level 66.170,13, sedangkan indeks Topix naik 0,19% menjadi 4.118,69.

Indeks Nikkei sempat dibuka menguat setelah saham perusahaan chip Nvidia melonjak hampir 5% dalam perdagangan di luar jam bursa reguler (extended trading) di pasar saham Amerika Serikat (AS).


Lonjakan saham Nvidia terjadi menyusul perkiraan bahwa pendapatan perusahaan akan melonjak 70% pada tahun fiskal mendatang. Kinerja Nvidia di kuartal II-2026 pun cemerlang dengan pendapatan melonjak 117% YoY.

Baca Juga: Mata Uang Asia Beragam, Dolar Taiwan dan Won Korea Selatan Menguat

Arah pergerakan indeks Nikkei berubah ketika Advantest, produsen peralatan pengujian chip, kehilangan keuntungan awalnya dan diperdagangkan melemah. Saham Advantest terakhir terlihat melemah 1,96%.

Sementara itu, saham investor sektor teknologi, SoftBank Group, juga melemah 0,56%.

"Pasar masih berhati-hati untuk membeli saham terkait cip setelah kenaikan tajam pada paruh pertama tahun ini," ujar Kazuaki Shimada, kepala strategi di IwaiCosmo Securities.

"Namun, sentimen pasar tetap kuat karena indeks Topix naik, yang mengindikasikan adanya peralihan dana ke saham-saham bernilai (value stocks)."

Pada sesi ini, saham perbankan menguat, dengan saham Mitsubishi UFJ Financial Group dan saham Sumitomo Mitsui Financial Group masing-masing naik 0,5% dan 0,7%.

Saham produsen kabel serat optik Fujikura juga menguat 2,83% dan produsen chip memori Kioxia juga naik 5,16%.

Baca Juga: Bursa Asia Menguat Tiga Hari Beruntun, Saham Teknologi Terdongkrak Kinerja Nvidia

Dari lebih dari 1.500 saham yang diperdagangkan di pasar utama Bursa Efek Tokyo, 47% saham mengalami kenaikan, 48% turun, dan 4% diperdagangkan stagnan