KONTAN.CO.ID - Indeks saham Jepang, Nikkei 225 menembus level 68.000 untuk pertama kalinya pada perdagangan Rabu (3/6/2026), didorong reli kuat saham-saham yang terkait dengan kecerdasan buatan (
artificial intelligence/AI) dan semikonduktor. Kenaikan tersebut terjadi hanya dua hari setelah indeks acuan Jepang itu berhasil melampaui level 67.000, menunjukkan optimisme investor terhadap prospek industri teknologi masih sangat kuat meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus meningkat.
Baca Juga: Tanker Minyak dan LNG Mulai Melintas, Harapan Pembukaan Selat Hormuz Menguat Pada perdagangan pagi, indeks Nikkei menguat 2,2% ke level 68.203,79. Sementara itu, indeks yang lebih luas, Topix, naik 1,5% menjadi 3.982,89. Salah satu pendorong utama penguatan pasar adalah saham Kioxia Holdings yang sempat melonjak hingga 7,2% dan menembus level 80.000 yen untuk pertama kalinya. Kenaikan tersebut terjadi setelah perusahaan produsen chip memori itu mengumumkan rencana mulai membagikan dividen pada tahun fiskal 2027, didukung oleh kinerja keuangan yang kuat. Menurut laporan harian Nikkei, kapitalisasi pasar Kioxia bahkan sempat melampaui Toyota Motor Corporation sebagai perusahaan dengan nilai pasar terbesar kedua di Jepang.
Baca Juga: PMI Jasa China Naik ke 54,4 pada Mei 2026, Permintaan Domestik dan Ekspor Menguat Saham-saham semikonduktor juga menjadi motor utama penguatan indeks. Produsen peralatan chip Tokyo Electron melonjak 10,3%, sementara produsen peralatan pengujian semikonduktor Advantest naik 4,1%. Kedua saham tersebut secara bersama-sama menyumbang hampir 840 poin terhadap kenaikan Nikkei. Strategis ekuitas Nomura Securities, Maki Sawada, mengatakan sentimen positif dari Wall Street dan sejumlah katalis tambahan kembali mendorong saham-saham teknologi menjadi pemimpin kenaikan pasar. Menurutnya, ekspektasi permintaan yang tetap kuat terhadap teknologi AI terus menopang reli saham-saham terkait kecerdasan buatan dan semikonduktor. Dari 33 kelompok industri di Bursa Efek Tokyo, sebanyak 25 sektor mencatat kenaikan. Sektor logam nonferrous menjadi yang terbaik dengan lonjakan 6,3%. Sebaliknya, sektor farmasi menjadi sektor dengan kinerja terburuk setelah turun 2,2%. Di tengah reli pasar saham, harga minyak dunia naik lebih dari 1% setelah konflik di Timur Tengah kembali memanas. Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke arah Kuwait dan Bahrain, sementara upaya diplomatik dengan Amerika Serikat masih menunjukkan sedikit kemajuan.
Baca Juga: Ekonomi Australia Melambat, Tumbuh 0,3% pada Kuartal I 2026 Di antara saham-saham unggulan Nikkei, produsen peralatan semikonduktor Screen Holdings mencatat kenaikan terbesar dengan lonjakan 13,9%. Sementara itu, produsen kabel dan serat optik Fujikura Ltd. naik 11,1%. Adapun saham yang mengalami penurunan terdalam adalah SHIFT Inc. yang merosot 9,2%, diikuti oleh produsen alat berat IHI Corporation yang turun 5,5%. Reli terbaru ini semakin menegaskan dominasi saham-saham AI dan semikonduktor sebagai penggerak utama pasar saham Jepang, seiring meningkatnya optimisme terhadap pertumbuhan industri teknologi global.