Indeks Nikkei Ditutup Anjlok 1,92%: Investor Waspadai Konflik Timur Tengah



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa saham Jepang ditutup melemah karena investor mempertimbangkan prospek perusahaan setelah konflik Timur Tengah yang kembali menaikkan harga minyak.

Senin (13/7/2026), indeks Nikkei ditutup turun 1,92% menjadi 67.242,73, sedangkan indeks Topix yang lebih luas melemah 0,71% menjadi 4.007,49.

“Pasar khawatir terhadap peningkatan biaya akibat kenaikan harga minyak, dan hal ini terjadi ketika musim pendapatan perusahaan-perusahaan Jepang dimulai,” kata Daisuke Hashizume, analis senior di Daiwa Securities.


Harga minyak melonjak lebih dari 4% pada hari Senin karena pengiriman energi melalui Selat Hormuz masih dalam ancaman, dengan AS dan Iran mengumumkan serangan militer baru.

Saham-saham terkait chip menyeret Nikkei lebih rendah, dengan Advantest dan Tokyo Electron masing-masing turun 3,39% dan 2,25%.

Baca Juga: Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Dijatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara, Ini Kasusnya

Sejalan, pembuat memori Kioxia merosot 12,86% pda sesi ini..

"Saat pasar mengamati harga memori, Nikkei dipengaruhi oleh indeks acuan Korea Selatan, yang sangat membebani pembuat memori, seperti SK Hynix," kata Hashizume dari Daiwa.

Nikkei memperpanjang penurunannya di sesi ini karena indeks acuan KOSPI Korea Selatan anjlok, memicu pemutus sirkuit untuk menghentikan sementara perdagangan.

Saham SK Hynix anjlok lebih dari 15% pada hari Senin karena para investor membukukan keuntungan, setelah pencatatan saham terkemuka di AS menyebabkan pembuat chip memori AI terkemuka di dunia melonjak 12,8% dalam debutnya di Nasdaq pada hari Jumat.

Di Jepang, saham Yaskawa Electric merosot 14,34% ke batas terendah hariannya di 5.972 yen setelah laba bersih kuartal pertama pembuat robot itu turun 21,7%.

Sementara itu, saham bank justru menguat, yang terjadi ketika investor mengalihkan fokus mereka untuk menilai saham dari saham yang terkait dengan AI, membatasi penurunan Topix. Mitsubishi UFJ Financial Group dan Sumitomo Mitsui Financial Group masing-masing naik 2,31% dan 1,63%.

Dari lebih dari 1.500 saham yang diperdagangkan di pasar utama Bursa Efek Tokyo, 36% naik, 60% turun, dan 2% diperdagangkan flat.