Indeks Nikkei Ditutup Melemah dan Catat Pekan Terburuk dalam Lebih dari Sebulan



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa saham Jepang ditutup melemah dan mencatat minggu terburuk dalam lebih dari sebulan, karena ketidakpastian seputar konflik Timur Tengah mendorong harga minyak lebih tinggi dan meningkatkan kekhawatiran inflasi.

Jumat (21/8/2026), indeks Nikkei ditutup melemah 0,3% pada 66.016,36, dengan indeks turun sekitar 4% pada minggu ini, yang terbesar sejak pekan yang berakhir pada 17 Juli 2026.

Berbeda, indeks Topix yang lebih luas naik tipis 0,2% di sesi ini dan masih mencatatkan koreksi 3,1% untuk minggu ini, merupakan kinerja terburuk sejak awal Maret 2026.


Amerika Serikat akan menjatuhkan "sanksi terberat dalam sejarah" terhadap Iran, tegas Menteri Keuangan Scott Bessent pada hari Kamis, ketika Washington meningkatkan ancaman ekonomi dalam upaya untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir enam bulan.

Baca Juga: Harga Emas Bersiap Naik Dalam Sepekan, Dipicu Pelemahan Dolar dan Yield Obligasi AS

Alhasi, harga minyak mentah melonjak sekitar US$ 2 semalam.

Sekedar mengingatkan, Jepang mendapatkan sekitar 95% impor minyaknya dari Timur Tengah, dengan sekitar 70% pasokan melewati Selat Hormuz.

Kekhawatiran inflasi mengangkat imbal hasil obligasi Jepang, dengan imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 2,875% pada hari Jumat. Imbal hasil naik ketika harga obligasi turun.

"Aksi ambil untung kemungkinan besar akan terjadi menjelang akhir pekan dengan harga minyak dan imbal hasil obligasi meningkat di tengah situasi yang tidak menentu di Timur Tengah," kata Maki Sawada, ahli strategi di Nomura Securities.

Pada sesi ini, saham operator Uniqlo yang sangat berpengaruh Fast Retailing anjlok 3,6%, menjadikannya salah satu saham yang menjadi hambatan terbesar di Nikkei.

Investor startup yang berfokus pada AI, SoftBank Group, juga turun 2,5%.

Meskipun indeks mengalami penurunan, jumlah saham yang naik melebihi jumlah saham yang turun di Nikkei, dengan 135 dari 225 konstituennya naik, 86 turun dan empat ditutup tidak berubah.

Baca Juga: China Siapkan Dukungan Fiskal Tambahan untuk Menopang Pertumbuhan Ekonomi

Sektor pelayaran merupakan sektor dengan kinerja terbaik di antara 33 kelompok industri di Bursa Efek Tokyo, naik 4,9% karena ekspektasi tarif angkutan yang lebih tinggi, dengan rute pelayaran penting Selat Hormuz tetap ditutup secara efektif.

Pertambangan, kategori yang mencakup eksplorasi minyak, naik 2,2%, diikuti oleh minyak dan batubara, naik 2,1%.