Indeks Nikkei Ditutup Menguat 3,26%, Simak Sentimen yang Menopangnya



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa saham Jepang berhasil rebound dan ditutup menguat karena pasar dibuka kembali setelah libur dan investor memanfaatkan peluang setelah penurunan mingguan tertajam dalam lebih dari setahun.

Selasa (21/7/2026), indeks acuan Nikkei 225 ditutup naik 3,26% menjadi 66.232,19, memulihkan sebagian dari penurunan 6,4% di pekan lalu. Sejalan, indeks Topix yang lebih luas naik 2,44% menjadi 4.014,95.

Sekedar mengingatkan, pasar saham Jepang tutup pada hari Senin (20/7/2026), dengan Wall Street sedikit turun karena eskalasi konflik AS-Iran memberikan tekanan ke atas pada harga minyak. Indeks Nikkei mempercepat kenaikan pada Selasa sore, mengikuti pergerakan indeks saham Kospi yang didominasi saham teknologi di Korea Selatan.


Perhatian investor kini beralih ke hasil kuartal kedua yang akan dirilis akhir pekan ini dari perusahaan-perusahaan terkemuka di bidang AI, termasuk Alphabet, Tesla, dan Intel. Pendapatan perusahaan-perusahaan S&P 500 di sektor semikonduktor dan sektor terkait diperkirakan akan meningkat 133% untuk kuartal kedua dibandingkan tahun lalu, menurut LSEG.

Baca Juga: Harga Minyak Tergelincir di Tengah Usaha Gencatan Senjata AS-Iran

"Dibandingkan dengan penurunan tajam yang kita lihat di paruh kedua minggu lalu, pemulihan teknis ini tampaknya belum memiliki momentum yang sangat kuat," kata Wataru Akiyama, seorang ahli strategi ekuitas di Nomura Securities.

"Pengumuman pendapatan yang akan datang di Jepang dan AS, khususnya dari perusahaan-perusahaan besar, kemungkinan akan mengatasi beberapa kelemahan pada saham-saham terkait AI ini."

Secara keseluruhan, pergerakan pasar sangat positif, dengan 187 saham naik di Nikkei 225, 37 saham turun, dan satu saham tidak berubah.

Saham dengan kenaikan persentase terbesar di indeks tersebut adalah produsen chip Kioxia Holdings, yang melonjak 17,18%, diikuti oleh saham Ibiden naik 11,03%, dan saham Socionext melesat 9,11%.

Saham yang turun paling dalam adalah Nintendo yang ambles  4,13%, diikuti oleh Kikkoman turun 2,49%, dan saham CyberAgent yang turun 2,36%.