Indeks Nikkei Ditutup Menguat Seiring Meredanya Kegelisahan Pasar Obligasi



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa saham Jepang berhasil ditutup menguat pada hari ini setelah langkah-langkah Amerika Serikat (AS) untuk menstabilkan pasar obligasi membantu memulihkan sentimen investor dan permintaan terhadap aset-aset berisiko.

Kamis (20/8/2026), indeks Nikkei 225 ditutup naik 1,36% menjadi 66,216.79. Indeks Topix yang lebih luas juga ditutup menguat 1,18% menjadi 4.059,73.

Biaya pinjaman jangka panjang dari AS hingga Jerman mencapai angka tertinggi dalam beberapa dekade di awal pekan ini, mencerminkan kekhawatiran terhadap membengkaknya utang pemerintah dan inflasi.


Departemen Keuangan AS mengumumkan akan melipatgandakan jumlah pembelian kembali (buyback) utang jangka panjang, yang mendorong penurunan tajam imbal hasil (yield) AS yang juga menyebar ke Jepang.

Baca Juga: Trump Ancam Jatuhkan Sanksi Ekonomi Negara yang Bantu Iran

"Penurunan suku bunga tidak diragukan lagi merupakan faktor utama yang mendorong pasar saat ini," kata Wataru Akiyama, ahli strategi ekuitas di Nomura Securities.

"Penting untuk dicatat bahwa saham-saham dan sektor-sektor yang sebelumnya tertinggal dibandingkan kenaikan saham-saham yang terkait dengan AI dan semikonduktor â??kini menunjukkan kenaikan yang signifikan."

Pada sesi ini, persentase keuntungan terbesar dalam indeks adalah saham Sumitomo Metal Mining naik 10,76%, diikuti oleh Sumitomo Pharma yang menguat 8,48%, dan saham Kansai Electric Power menguat 8,37%, menandai kenaikan satu hari terbesar sejak Agustus 2024.

Sedangkan, saham dengan pelemahan terdalam dicetak Aozora Bank yang turun 3,11%, diikuti oleh Ibiden yang melemah 2,87%, dan Nippon Steel yang turun 2,20%.