Indeks Nikkei Ditutup Merosot 0,6%: Terseret Harga Minyak dan Yield Obligasi Global



KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa saham Jepang ditutup melemah untuk sesi kedua berturut-turut pada hari ini karena lonjakan imbal hasil obligasi global dan kenaikan harga minyak yang membebani sentimen bagi pasar saham.

Selasa (29/9/2026), indeks acuan Nikkei 225 ditutup melemah 0,60%  ke level 65.481,27. Sejalan, indeks Topix yang lebih luas juga ditutup anjlok 1,72% menjadi 4.041,13.

Aksi jual pada bursa saham Jepang tersebut mengikuti penurunan pasar saham Amerika Serikat (AS) di sesi sebelum, karena kenaikan harga minyak dan imbal hasil US Treasury memicu kekhawatiran inflasi dan kekhawatiran bahwa kebijakan moneter akan tetap ketat.


Tekanan juga meningkat di Jepang, dengan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang yang mendekati level tertinggi dalam beberapa dekade.

Baca Juga: Bank Sentral Australia (RBA) Naikkan Suku Bunga 25 Bps ke 4,60%, Tertinggi 15 Tahun

Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak menawarkan apa pun kepada Iran untuk mengakhiri perang tujuh bulan yang telah mengguncang pasar energi.

“Tampaknya adil untuk mengatakan bahwa kekhawatiran terhadap inflasi, dan kenaikan suku bunga yang diakibatkannya, membebani pasar saham,” kata Wataru Akiyama, ahli strategi ekuitas di Nomura Securities.

“Mengenai saham-saham yang terkait dengan AI, yang telah menjadi kekuatan pendorong di pasar saham Jepang, terdapat persepsi yang berkembang bahwa saham-saham tersebut dinilai secara relatif terlalu tinggi dalam konteks kenaikan suku bunga.”

Pada indeks Nikkei, 36 saham menguat menghadapi 188 turun. Yang mengalami penurunan terbesar adalah saham Nexon yang melemah 14,42%, diikuti oleh saham Mitsubishi Motors melemah 4,93%, dan Idemitsu Kosan kehilangan 4,92%.

Persentase keuntungan terbesar dalam indeks Nikkei dicetak saham Tokai Carbon naik 4,75% dan menandai rekor penutupan tertinggi. Diikuti, oleh saham Disco naik 4,19% dan saham Screen Holdings, yang naik 4,08%.